Tribun Bandar Lampung

BREAKING NEWS: Polda Lampung Amankan 50 Ton Garam Tanpa Izin Edar

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengamankan garam tanpa izin edar sebanyak 50 ton.

BREAKING NEWS: Polda Lampung Amankan 50 Ton Garam Tanpa Izin Edar
Tribunlampung/Hanif
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengamankan garam tanpa izin edar sebanyak 50 ton. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengamankan garam tanpa izin edar sebanyak 50 ton.

Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol menuturkan pengungkapan ini dari hasil penyidikan Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung adanya peredaran garam tanpa izin edar BPOM RI di sebuah unit usaha di Jalan Wala Abadi, Kampung Kroy, Way Laga, Sukabumi.

Baca: Ibu Muda Bunuh Diri Bareng Anak Usia 3 Tahun, Sempat Bikin Live Video dan Banyak Orang Datang

"Setelah dilakukan pengecekan pada Jumat 31 Agustus 2018 sekitar pukul 15.00 wib, ternyata benar, ditemukan kegiatan memproduksi dan memperdagangkan produk olahan pangan garam tanpa izin edar BPOM RI," ungkapnya saat gelar ekpose, Kamis 13 September 2018.

Lanjut Yoyol, setidaknya ada garam 50 ton hasil produksi garam tanpa izin di gudang usaha milik UD Tiga Permata.

"Ini sudah udah uji lab, bahayanya itu sudah jelas gondok, dan kandungan Yodium ini tidak sesuai," ungkap Yoyol.

Baca: Hati-hati, Ini Sejumlah Merek Kosmetik Terkenal yang Disita BPOM RI Karena Diduga Dipalsukan

Yoyol menuturkan, jika usaha dagang ini sudah beroperasi lebih dari satu tahun dan sudah beredar di seluruh Lampung khususnya pasar tradisional. Saat ditanya apakah pabrik tersebut memproduksi dari nol, Yoyol mengatakan unit dagang tersebut hanya melakukan pengemasan.

"Jadi garam ini diambil dari Jawa, kemudian dikemas disini, tersangkanya satu karena yang bertanggung jawab, karena mendapat keuntungan, kalau pekerja tidak karena dia bekerja dan tidak mengetahui, sebatas saksi, jadi perlu diketahui, kami tidak hanya menindak kejahatan dalam bidang perampasan saja, tapi juga makanan," tandasnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved