Tribun Lampung Utara
Reksa, Bayi Kelamin Ganda Dapat Bantuan dari Pemkab Lampura
Bupati Lampung Utara, melalui Kadiskes Lampung Utara dr. Maya Metissa memberikan bantuan kepada Reksa Al Gibran, bocah penderita kelamin ganda
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Bupati Lampung Utara, melalui kepala dinas kesehatan Lampung Utara dr. Maya Metissa memberikan bantuan kepada Reksa Al Gibran, bocah penderita kelamin ganda.
"Hari ini kami berikan bantuan tali Asih kepada keluarga Reksa," ujarnya, Kamis (20/9).
Ia menerangkan, Reksa saat ini sudah dilakukan pemeriksaan di klinik Prodia, Bandar Lampung untuk memeriksakan hormon yang ada di bocah tersebut. Hasilnya, terang Maya menunggu seminggu kemudian untuk dilakukan tindakan operasi pada kelaminnya.
Baca: Masih Dirawat di RSUDAM, Begini Kondisi Terkini Bayi Terpapar Rubella Asal Lampura
"Jika hormonnya dominan laki-laki maka, kelamin perempuannya akan dioperasi. Begitupun sebaliknya, maka yang dioperasi kelamin laki-lakinya," jelasnya.
Proses operasi, terang wanita berhijab ini, memerlukan proses yang panjang, bukan hanya operasi kelamin saja, melainkan tindakan perawatan paska operasi. Ia mengatakan kasus ini juga merupakan kasus yang langka, dan baru pertama kali ditemukan di kabupaten Lampung Utara.
Baca: Breaking News: Pencuri Kuras Emas, Dollar Milik Warga Pringsewu
Diketahui Reksa Al Gibran, bocah berusia sembilan (9) bulan, penderita kelamin ganda warga Wonogiri II Kelurahan Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara. Meski pertumbuhannya normal, ada yang berbeda di dalam saluran pembuangan air seninya.
Reksa Al Gibran merupakan anak kedua pasangan Subagio dan Tri Purwati diketahui mengalami kelainan kelamin ganda sejak lahir melalui operasi caesar. Saat ini, pihak keluarga sangat membutuh perhatian dan bantuan dari semua pihak.
Tri Purwati menceritakan, sejak dari kandungan dirinya tidak merasa ada kelainan atau ada hal-hal yang ganjil.
“Waktu saya mengandung Reksa, tidak ada kelainan atau apa. Hanya saja pada saat mau melahirkan, saya ooerasi caesar,” katanya, saat awak media mengunjungi kediamannya, Minggu (16/9).
Diakui Tri Putwati, ketika itu dirinya sempat mengalami kekeringan air ketuban. Pertama kali Ia mengetahui anaknya berkelamin ganda dari suami saya. Reksa ini juga dulu sempat kritis selama 72 jam.
"Namun, alhamdulilah bisa tertolong,” ucap Tri Purwati, seraya mengatakan anaknya itu juga pernah dibawa ke Rumah Sakit Abdul moeloek. Dokter menyatakan harus dicek hormon dulu agar bisa mengetahui gen Reksa cenderung berjenis kelamin apa.
Dirinya bersama suami ingin sekali membawa Reksa ke ruang operasi agar kedepannya anak saya bisa tumbuh normal. Namun, kehidupan kami yang pas-pasan membuat kami tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kami bingung harus mencari biaya kemana untuk biaya pengobatan Reksa," ujarnya.
Kelamin ganda atau ambiguous genital merupakan kondisi langka di mana penampilan organ kelamin bayi yang baru dilahirkan tidak jelas apakah perempuan atau lelaki.
Biasanya, kelainan ganda langsung dapat dikenali segera setelah bayi lahir. Namun, ada juga yang bisa didiagnosis sebelum kelahiran, meski hal tersebut jarang terjadi. (ang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/reksa-bayi-kelamin-ganda-dapat-bantuan-dari-pemkab-lampura_20180920_145515.jpg)