Tribun Lampung Selatan

VIDEO - Puluhan Buruh Demo Tuntut 7 Karyawan PT CAP Tidak Dipecat

FSBKU menuding pihak perusahaan ayam ini telah melakukan tindakan semena-mena dengan melakukan pemecatan sepihak terhadap 7 karyawan.

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lampung Selatan menggelar aksi, Kamis, 20 September 2018.  

Mereka menuntut kembali dipekerjakannya 7 karyawan PT Centra Avian Pertiwi (CAP) yang diberhentikan sepihak

Mereka awalnya melakukan aksi di PT CAP di Desa Sukajaya, Kecamatan Katibung. Kemudian berlanjut ke kantor Bupati Lampung Selatan di Kalianda.

Aksi buruh ini mendapatkan respons dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Kemudian Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Mulyadi Saleh memfasilitasi mediasi dengan pihak perusahaan.

FSBKU menuding pihak perusahaan ayam ini telah melakukan tindakan semena-mena dengan melakukan pemecatan sepihak terhadap 7 karyawan.

Baca: Kisah Rana dan Rani, Balita Kembar Asal Katibung yang Dirawat Buruh Serabutan

Baca: Simpan 14 Paket Sabu, Buruh di Tegineneng Diciduk Polres Pesawaran

Pasalnya 7 karyawan tersebut sudah bekerja lama. Dan selama ini tidak pernah ada persoalan dengan perusahan.

Mereka pun menuntut agar pihak perusahaan bisa kembali mempekerjakan 7 kariyawan yang telah diberhentikan.

FSBKU pun menuntut pihak perusahaan untuk menghapus sistem outsourcing (tenaga kerja kontrak). Terutama pada bidang pekerjaan core business perusahaan pada pemeliharaan ayam pedaging dan petelur.

PT CAP menyatakan, 7 karyawan itu bukanlah karyawan perusahaan. Melainkan karyawan yang berada di bawah naungan vendor PT BKI (Berkat Karya Indonesia).

PT CAP sendiri telah memborongkan sepenuhnya pekerjaan kepada PT BKI dan ini tertuang dalam perjanjian kerja waktu tertentu.

Saat ini kontrak beralih pada vendor PT Terang Dunia Jaya (TDJ). Para pekerja saat ini direkrut ulang oleh vendor baru.

“Mediasi belum menemukan titik temu. Kedua belah pihak masih bertahap pada pendapat masing-masing. Pekan depan kembali akan kita lakukan mediasi ulang menghadirkan pimpinan perusahaan dari vendor terkait dengan mekanisme perekrutan tenaga kerja,” ujar Mulyadi. (*) 

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved