BPOM Sita Jamu Tanpa Izin Edar Senilai Rp 15,7 Miliar yang Dijual Online

BPOM RI menyita 330 produk jamu ilegal dari tiga gudang dan satu toko di Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

BPOM Sita Jamu Tanpa Izin Edar Senilai Rp 15,7 Miliar yang Dijual Online
Kompas.com/Ardito Ramadhan D
Kepala BPOM RI Penny K Lukito (kiri) saat mengunjungi rumah yang menjadi gudang penyimpanan obat tradisional ilegal di Sukapura, Jakarta Utara, Jumat (21/9/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyita 330 produk jamu ilegal dari tiga gudang dan satu toko di Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Seluruh jamu dan obat-obatan tradisional itu dinyatakan ilegal lantaran tidak memiliki izin edar dan distribusi dari BPOM.

Kepala BPOM RI Penny R Lukito mengungkapkan, jamu-jamu ilegal tersebut telah diperjualbelikan secara meluas. Bahkan, jelas dia, penjualannya dilakukan secara online.

Sebelum diperjualbelikan secara online, jamu-jamu tanpa izin edar dan distribusi itu diduga disimpan dan dikemas terlebih dahulu di gudang di kawasan Cilincing dan Jatinegara.

"Ini yang harus hati-hati. Ini dijual online. Sekarang, dengan e-commerce (belanja online) yang semakin berkembang, ada aspek positifnya, ada negatifnya," kata Penny, Jumat (21/9/2018).

Penny menyatakan, diperjualbelikannya jamu-jamu dan obat tradisional ilegal melalui internet menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri. Kondisi ini, menurut dia, membuktikan bahwa portal jual beli online bisa dimanfaatkan distributor untuk mengedarkan obat tradisional yang aspek kemanan dan mutunya belum terverifikasi BPOM.

"Ini negatifnya penjualan obat dan kosmetik tradisional. Makanya, harus tetap ada izin edar BPOM. Dengan begitu, bisa diyakini keamanan dan mutunya," ujar Penny.

Jamu dan obat-obatan tradisional ilegal dari gudang di Cilincing dan Jatinegara tersebut kemungkinan besar mengandung bahan kimia berbahaya. Hal itulah yang diduga membuat para pengedarnya tidak berani mendaftarkan ke BPOM untuk diverifikasi keamanan dan mutunya.

"Kalau tidak ada izin BPOM, tentu saja tidak bisa kita yakini bahwa ini tidak berbahaya. Artinya, ini produk berbahaya," kata Penny.

Terungkapnya kasus ini berawal saat Penyidik Pegawai Negeri Sipil BPOM menemukan 20 produk obat tradisional tanpa izin edar dari sebuah toko obat di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Setelah melalui penelusuran, PPNS BPOM mendapat infomasi adanya dua gudang yang selama ini dijadikan tempat penyimpanan obat tradisional ilegal di Cilincing, Jakarta Utara.

Satu gudang di antaranya berlokasi di Jalan Angsana 2, RT 1 RW 10. Dari sini, PPNS BPOM menyita 127 item obat tradisional ilegal. Mulai dari obat kuat pria, jamu pegal linu, jamu asam urat, hingga jamu pelangsing. Kemudian, satu unit mobil boks berisi 21 koli obat yang hendak dikirim ke Kudus, Jawa Tengah.

Halaman
12
Editor: yoso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved