Kronologi Dukun Palsu Cabuli Mahasiswi, Terbongkar Modus Roh Jahat dan Foto Telanjang

Seorang dukun palsu nekat memperdaya seorang mahasiswi yang berujung pada tindak pencabulan.

Kronologi Dukun Palsu Cabuli Mahasiswi, Terbongkar Modus Roh Jahat dan Foto Telanjang
Shutterstock
Ilustrasi. 

Begitu bertemu, pelaku mengajak korban melakukan ritual di sebuah penginapan.

Awalnya, korban sempat menolak.

Namun, pelaku mengancam akan menyebarkan foto bugilnya ke media sosial, jika tak mau menurutinya.

Karena ketakutan, korban yang berstatus mahasiswi itu tak berdaya dan menuruti keinginan pelaku.

7. Korban memberontak

Tiba di sebuah penginapan di Kota Blitar, korban ternyata tidak diajak ritual.

Korban justru dipaksa untuk melayani nafsu bejat pelaku.

Korban pun langsung memberontak.

Namun karena diancam foto telanjangnya akan disebar, korban akhirnya mau menuruti kemauan pelaku.

Bahkan, korban diperas dengan sejumlah uang dan barang.

Peristiwa pencabulan tersebut terjadi pada 14 September 2018 lalu.

8. Mengadu pada keluarga

Setelah mengalami peristiwa nahas tersebut, AY menceritakan hal tersebut kepada orangtuanya.

Mendengar cerita anak gadisnya, orangtua korban pun tidak terima.

Bersama Ay, orangtua korban kemudian melapor ke polisi.

9. Cara menangkap pelaku

Setelah meminta keterangan dari korban, polisi lalu membuat siasat untuk menangkap pelaku.

Hal itu dilakukan dengan berpura-pura menuruti keinginan pelaku, yang meminta sejumlah uang dan barang.

Korban lalu menemui pelaku untuk menyerahkan uang dan barang yang diminta pelaku.

Begitu menerima uang dari korban, pelaku yang tak punya pekerjaan jelas itu langsung diringkus polisi.

10. Pelaku sudah berkeluarga

Kepada petugas, pelaku Muhaimin yang sudah berkeluarga itu mengaku menaksir terhadap korban saat perkenalan awal.

Karena tak mungkin bisa memacarinya, ia pun mengaku melancarkan modus, dengan berpura-pura sebagai orang pintar (supranatural). 

Pelaku yang sudah berkeluarga itu kini telah diamankan di Polres Blitar, Selasa (25/9/2018).

11. Terancam 6 tahun penjara

"Iya, kami tangkap di jalan saat akan kembali memeras korban. Yakni, korban diajak pertemuan di tepi jalan, untuk dimintai uang buat beli HP baru. Namun saat janjian itu, anggota langsung menangkapnya," kata Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M Ridho, Selasa (25/9/2018).

Terkait kasus itu, pelaku diancam dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman 6 tahun penjara. (tribun-medan.com)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved