Kronologi Dukun Palsu Cabuli Mahasiswi, Terbongkar Modus Roh Jahat dan Foto Telanjang

Seorang dukun palsu nekat memperdaya seorang mahasiswi yang berujung pada tindak pencabulan.

Kronologi Dukun Palsu Cabuli Mahasiswi, Terbongkar Modus Roh Jahat dan Foto Telanjang
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang dukun palsu nekat memperdaya seorang mahasiswi yang berujung pada tindak pencabulan.

Kasus tersebut terbongkar setelah mahasiswi berinisial AY (20) itu melaporkan dukun palsu itu kepada pihak kepolisian.

Kasus pencabulan yang dilakukan dukun palsu terhadap mahasiswi tersebut kini telah ditangani Polres Blitar.

Baca: Mahasiswi Diduga Korban Pencabulan Dosen Jalani Pemeriksaan di Polda

Berikut, 11 fakta dan kronologis kasus pencabulan yang dilakukan dukun palsu terhadap seorang mahasiswi.

1. Berawal dari perkenalan

Kasus yang menimpa mahasiswi tersebut itu berawal dari perkenalannya dengan pelaku, Muhaimin (27).

Perkenalan itu terjadi saat keduanya melihat karnaval, dalam rangka memperingati 17 Agustus 2018 lalu.

2. Mengaku sebagai paranormal

Saat berkenalan dengan korban, pelaku mengaku sebagai paranormal.

Pelaku mengatakan bahwa di dalam tubuh korban, ada roh jahat.

Katanya, roh jahat itu cukup berbahaya, dan bisa mengancam keselamatan orangtuanya jika tak segera dikeluarkan.

Pelaku kemudian menawarkan jasa untuk mengusir roh jahat tersebut.

Saat itu, pelaku mengaku dirinya seorang indigo (bisa melihat makhluk astral).

Baca: Begini Tampang Terbaru Artis Ternama yang Lama Mendekam di Penjara karena Pencabulan

3. Direspons korban

Rupanya, modus jahat pelaku itu, mampu menyugesti pikiran korban.

Mereka pun bertukar nomor ponsel.

Selang beberapa hari, korban memberikan respons kepada pelaku.

Hal tersebut dilakukan dengan berkomunikasi melalui WhatsApp.

Korban menanyakan kepada pelaku cara mengusir roh jahat yang ada pada tubuhnya.

4. Masuk perangkap

Merasa perangkapnya berhasil, pelaku dengan mudah mengatakan, korban tak perlu melakukan ritual pengusiran roh jahat.

Menurut pelaku, korban cukup mengirimkan foto telanjangnya.

Permintaan tersebut turut diikuti perkataan bernada ancaman.

Sebab, pelaku juga menuturkan, jika korban tidak mengirim foto telanjangnya, hal itu bisa mengancam keselamatan orangtua korban.

Pelaku pun menegaskan bahwa foto telanjang tersebut menjadi syarat untuk mengusir roh jahat.

Baca: Kasus Pencabulan Santri juga Terjadi di Lampung Tengah

Dan melalui foto tersebut, pelaku mengaku bisa mengusir roh jahat di tubuh korban dari rumah dukun palsu tersebut.

5. Dikirim foto telanjang

Setelah mendapat foto bugil korban melalui WhatsApp, beberapa hari kemudian, pelaku mulai kembali melancarkan aksi jahatnya.

Ia mengajak bertemu korban.

6. Diajak ke penginapan

Begitu bertemu, pelaku mengajak korban melakukan ritual di sebuah penginapan.

Awalnya, korban sempat menolak.

Namun, pelaku mengancam akan menyebarkan foto bugilnya ke media sosial, jika tak mau menurutinya.

Karena ketakutan, korban yang berstatus mahasiswi itu tak berdaya dan menuruti keinginan pelaku.

7. Korban memberontak

Tiba di sebuah penginapan di Kota Blitar, korban ternyata tidak diajak ritual.

Korban justru dipaksa untuk melayani nafsu bejat pelaku.

Korban pun langsung memberontak.

Namun karena diancam foto telanjangnya akan disebar, korban akhirnya mau menuruti kemauan pelaku.

Bahkan, korban diperas dengan sejumlah uang dan barang.

Peristiwa pencabulan tersebut terjadi pada 14 September 2018 lalu.

8. Mengadu pada keluarga

Setelah mengalami peristiwa nahas tersebut, AY menceritakan hal tersebut kepada orangtuanya.

Mendengar cerita anak gadisnya, orangtua korban pun tidak terima.

Bersama Ay, orangtua korban kemudian melapor ke polisi.

9. Cara menangkap pelaku

Setelah meminta keterangan dari korban, polisi lalu membuat siasat untuk menangkap pelaku.

Hal itu dilakukan dengan berpura-pura menuruti keinginan pelaku, yang meminta sejumlah uang dan barang.

Korban lalu menemui pelaku untuk menyerahkan uang dan barang yang diminta pelaku.

Begitu menerima uang dari korban, pelaku yang tak punya pekerjaan jelas itu langsung diringkus polisi.

10. Pelaku sudah berkeluarga

Kepada petugas, pelaku Muhaimin yang sudah berkeluarga itu mengaku menaksir terhadap korban saat perkenalan awal.

Karena tak mungkin bisa memacarinya, ia pun mengaku melancarkan modus, dengan berpura-pura sebagai orang pintar (supranatural). 

Pelaku yang sudah berkeluarga itu kini telah diamankan di Polres Blitar, Selasa (25/9/2018).

11. Terancam 6 tahun penjara

"Iya, kami tangkap di jalan saat akan kembali memeras korban. Yakni, korban diajak pertemuan di tepi jalan, untuk dimintai uang buat beli HP baru. Namun saat janjian itu, anggota langsung menangkapnya," kata Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M Ridho, Selasa (25/9/2018).

Terkait kasus itu, pelaku diancam dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman 6 tahun penjara. (tribun-medan.com)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved