Berita Video Tribun Lampung

VIDEO - KSKP Bakauheni Amankan 352 Lembar Kulit Ular Sanca

Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan pengiriman 352 lembar kulit ular sanca kemban

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggagalkan pengiriman 352 lembar kulit ular sanca kembang. Kulit tersebut hendak dikirim ke dua daerah, yakni Karawang Timur, Banten, dan Banyuwangi, Jawa Timur. Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan, kulit ular sanca tersebut diamankan pada waktu berbeda.

Baca: Pengiriman Paket Berisikan 10 Anakan Buaya Tanpa Dokumen Terendus KSKP Bakauheni

Pertama, KSKP Bakauheni menggagalkan pengiriman 128 lembar kulit ular sanca kembang pada 11 September lalu. Kulit ular asal Medan itu dikirim melalui perusahaan jasa Eka Sari Lorena. “Saat petugas melakukan pemeriksaan, didapati adanya paket berisikan kulit ular sanca kembang yang telah dikeringkan,” terang Syarhan didampingi Kapol KSKP Bakauheni AKP Rafli Yusuf Nugraha saat ekspose di Mapolsek KSKP, Rabu, 26 September 2018.

Baca: KSKP Bakauheni Amankan Puluhan Ikan Arwana Golden Red Tanpa Dokumen

Pada resi, tertera nama pengirim paket Abang Cheroel dengan alamat Medan. Sedangkan penerima paket adalah Hasap Lujung Manulang, warga Karawang Timur.  “Paket kulit ular ini diamankan oleh KSKP Bakauheni karena tidak dilengkapi dokumen resmi yang dipersyaratkan,” kata mantan Kapores Pesawaran itu.

Kemudian pada 20 September lalu, kembali KSKP Bakauheni mengamankan 228 lembar kulit ular sanca kembang yang dikirim melalui jasa Indah Logistik cabang Medan. Dari resi tertulis pengirim atas nama Yosua Valentino asal Medan. Penerima paket atas nama Anggi Damara di Banyuwangi, Jawa Timur.

“Sesuai UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, pengiriman komoditas hewan haruslah dilengkapi dengan dokumen resmi. Seperti surat keterangan kesehatan hewan dari tempat asal barang,” ujar Rafli.

Paket kulit ular yang diamankan tersebut kemudian diserahkan ke Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni untuk penanganan lebih lanjut. (*)

Sumber: Facebook Tribun Lampung

Videografer: Okta Kusuma Jatha

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved