Tribun Bandar Lampung

Premium di Sejumlah SPBU Bandar Lampung Ludes Hanya 4 Jam, Antrean Mengular Tiap Pagi

Stok bahan bakar minyak jenis premium selalu cepat habis di banyak SPBU di Bandar Lampung.

Premium di Sejumlah SPBU Bandar Lampung Ludes Hanya 4 Jam, Antrean Mengular Tiap Pagi
Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin
Antrean BBM jenis premium mengular hingga ke bahu jalan di SPBU Jalan Pramuka, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Rabu (26/9/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Stok bahan bakar minyak jenis premium selalu cepat habis di banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bandar Lampung. Premium alias bensin biasanya sudah ludes pada pagi hari, hanya dalam waktu sekitar empat jam sejak kiriman masuk ke SPBU.

Pantauan Tribun Lampung di beberapa SPBU, Kamis (27/9/2018) pagi, para pengendara menyerbu premium hingga menyebabkan antrean panjang. Seperti di SPBU 24.351.77, Jalan ZA Pagaralam, seberang Dunkin' Donuts; SPBU 24.351.125, Jalan Sultan Agung; SPBU seberang Mal Boemi Kedaton; dan lainnya. Bahkan di SPBU 24.351.73, Jalan Pramuka, Kecamatan Rajabasa, antrean mobil mengular hingga ke bahu jalan.

"Kebetulan siang ini baru aja habis untuk premium. Soalnya pas datang (pasokan premium tiba pada pagi hari), konsumen langsung nyerbu," tutur Rani, bagian administrasi SPBU 24.351.77, seberang Dunkin' Donuts, Kamis.

Rani mengungkapkan, SPBU 24.351.77 biasanya menerima pasokan BBM jenis premium hanya sekali dalam sehari.

"Jatahnya cuma sekali per hari, 8.000 liter," katanya.

Menurut Rani, premium cepat habis bukan karena pasokannya sedikit. Melainkan karena tingginya animo masyarakat menggunakan BBM tersebut.

"Ketika buka, langsung cepat habis. Biasanya, kurang lebih empat jam sudah habis. Antrean kendaraan bisa sampai ke jalan," jelasnya.

Senada, Agus selaku pengawas SPBU 24.351.125, Jalan Sultan Agung, mengungkap pasokan premium setiap hari tak lebih dari 8.000 liter. Premium, menurut dia, cepat habis karena tingginya permintaan masyarakat.

"Mungkin karena dari segi harga, lebih ekonomis. Rp 6.450 per liter, lebih ekonomis dari BBM jenis lain," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved