VIDEO - Tribuana Ardhia Garini Berbagi Kisah Hobi Koleksi Tas Branded

Mengoleksi tas salah satu hobi disukai kaum milenial. Hobi itu dipicu ragam model dan warna menarik, promo spesial, dan karena kebutuhan.

Laporan Wartawan Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti dan VIdeografer Okta Kusuma Jatha

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mengoleksi tas salah satu hobi disukai kaum milenial. Hobi itu dipicu ragam model dan warna menarik, promo spesial, dan karena kebutuhan.

Salah satu milenial hobi mengoleksi tas adalah Tribuana Ardhia Garini (24).

Hobi itu dilakoninya sejak awal kuliah dan saat memperoleh penghasilan pribadi sebagai wirausahawan.

Perempuan akrab disapa Ajeng menyatakan, hobi mengoleksi tas karena berguna dan bisa digunakan kapan saja. Sampai saat ini koleksinya mencapai 10 tas.

Baca: 7 Trik Mudah Dapatkan Tarif Hotel Harga Murah

Tas yang dikoleksi merek terkemuka seperti Longchamp, Coach, Guess, Ninewest, Calvin Klein, Pull and Bear. Dari segi harga, mulai Rp 500 ribu - Rp 6 juta.

"Suka semua modelnya. Namun paling sering dipakai yang Longchamp warna hitam. Alasannya itu merupakan warna netral yang bisa dipadupadankan dengan semua warna pakaian," ujar dara kelahiran Bandar Lampung, 23 Juli 1994 ini.

Selain hitam imbuhnya, ada warna nude yang bisa dipadupadankan dengan semua warna pakaian. Sedangkan tas warna lain mix and match harus sama dengan warna pakaian.

"Selain padupadan harus sama dengan pakaian, tas juga harus sesuai dengan kemana aku bawa tas itu. Misal untuk ke pesta gunakan tas kecil," kata Ajeng.

Baca: Belajar Jejak Masa Lalu di Situs Batu Bedil Tanggamus

Sarjana Ekonomi Manajemen Universitas Bandar Lampung ini menambahkan, membeli tas secara online dan langsung di toko. Ia tak menampik ada untung dan rugi membeli tas melalui dua cara itu.

"Belanja online lebih murah, kerugiannya ga bisa liat barangnya secara langsung dan besar risiko penipuan".

"Sedangkan belanja langsung keuntungannya bisa lihat langsung barangnya dan dicoba, kerugian harga bisa lebih mahal dibanding online," urai Ajeng.

Koleksi tas yang dimiliknya rutin dirawat. Ajeng selalu memasukan kembali tas ke dalam kain pembungkus tas selesai digunakan.

"Tujuannya agar tas tidak terkena debu. Untuk tas kulit sesekali di angin-anginkan supaya tidak cepat rusak," ujarnya. (*)

Tags
milenial
Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved