VIDEO - Sepanjang 2018 OJK Lampung Terima 351 Pengaduan

Kondisi masyarakat Indonesia berdasarkan SNLIK menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan pemanfaatan produk dan/atau layanan produk jasa keuangan.

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Jelita Dini Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung beroperasi awal 2013 silam, masyarakat telah memanfaatkan layanan berupa penyampaian informasi, penerimaan informasi dari masyarakat, dan pengaduan.

Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna mengatakan, sepanjang Januari-Agustus 2018 OJK Lampung telah memberikan layanan kepada 351 konsumen, baik melalui surat maupun secara langsung (walk in).

"Layanan itu saat ini masih didominasi dari sektor perbankan sebanyak 187 layanan, sektor pembiayaan 92 layanan, asuransi 42 layanan, pegadaian 1 layanan, pasar modal 1 layanan, sektor lain-lain 25 layanan," kata Indra dalam Sosialisasi Mendukung Pertumbuhan Kesejahteraan Melalui Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan serta Layanan Pengaduan Konsumen di Hotel Novotel Bandar Lampung, Selasa, 2 Oktober 2018.

Menurut Indra, permasalahan yang disampaikan konsumen dalam layanan itu bermacam-macam. Seperti keberatan atas denda atau penalti, fasilitas pinjaman, permohonan restrukturisasi, perlakuan jasa tagih (pihak ketiga) yang menyalahi aturan, sulitnya pencairan klaim asuransi, dan masih banyak lagi.

Baca: VIDEO - Penjelasan OJK soal Aturan Baru Pengaduan Konsumen Sektor Jasa Keuangan

Baca: OJK Akan Terbitkan Aturan tentang Vintech

Berbagai permasalahan itu menunjukkan belum semua lapisan masyarakat mengenal, memahami maupun terlibat sebagai pengguna jasa bank dan atau lembaga keuangan lainnya.

Kondisi masyarakat Indonesia berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilaksanakan OJK pada 2016 menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan pemanfaatan produk dan/atau layanan produk jasa keuangan.

Hanya 26,91% penduduk Lampung yang tergolong well literate (memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan).

Adapun indeks inklusi atau utilitas produk dan jasa keuangan di Lampung sebesar 69,82%. (*)

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved