Tribun Lampung Selatan

Jumlah Letusan Gunung Anak Krakatau Meningkat 422 Kali, Status Masih Level II Waspada

Pada Rabu (3/10) hingga pukul 24.00 wib, jumlah gempa letusan GAK meningkat menjadi 422 kali letusan dengan amplitudo 30-50 mm.

Jumlah Letusan Gunung Anak Krakatau Meningkat 422 Kali, Status Masih Level II Waspada
Ist/dokumentasi Polairud Polres Lamsel
Kondisi GAK terkini 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL – Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) terus mengalami pasang surut. Aktivitas vulkanik pada gunung api yang berada di selat Sunda itu terus terpantau menggeliat.

Jika pada sehari sebelumnya jumlah letusan GAK tercatat 156 kali. Pada Rabu (3/10) hingga pukul 24.00 wib, jumlah gempa letusan GAK meningkat menjadi 422 kali letusan dengan amplitudo 30-50 mm dan durasi 32-353 detik.

Baca: Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau- Lontaran Pijar Masih Terlihat Hingga Gempa Tremor

Menurut kepala pos pantau GAK di desa Hargo Pancuran kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Andi Suardi selain letusan dari data magma VAR yang dikeluarkan oleh PVMBG Kementerian ESDM juga terpantau adanya gempa tremor harmonik sebanyak 1 kali dengan amplitudo 45 mm dan durasi 63 detik.

Baca: Sempat Meletus 444 Kali, Letusan Gunung Anak Krakatau Turun Jadi 11 Kali

“Juga gempa tremor menerus (mikro tremor) dengan amplitudo 3-50 mm. Tetapi dominan 35 mm. Dan tremor menerus kembali overscale mulai pukul 22.39 wib,” kata dia kepada tribun, kamis (4/10).

Secara visual, ujar Andi, GAK tidak bisa diamati karena tertutup kabut. Karenanya ketinggian debu dari kawah tidak teramati. Sedangkan pada malam hari dari CCTV teramati adanya sinar api pada kawah dan terdengar suara dentuman yang dirasakan getarannya hingga pos PGA.

“Untuk status hingga kini GAK masih pada level II Waspada. Dimana para nelayan dan pengunjung dilarang mendekati dalam radius jarak 2 kilometer,” terang dirinya.

Andi menambahkan, peningkatan aktivitas GAK yang berada di selat Sunda tidak bisa diprediksi lama waktunya. GAK sendiri terpantau mengalami peningkatan aktivitas pada tahun 2012 lalu.(dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved