Tribun Lampung Selatan

Aktivitas Letusan Gunung Anak Krakatau Justru Kurangi Potensi Dampak Lebih Besar

Rudi menjelaskan, dampak letusan besar Gunung Krakatau terjadi 400 tahun lalu yang mana tidak beraktivitas selama 200 tahun.

Aktivitas Letusan Gunung Anak Krakatau Justru Kurangi Potensi Dampak Lebih Besar
Dokumentasi Polairud Polres Lamsel
Kondisi Gunung Anak Krakatau pada September 2018 lalu. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau hingga terjadi letusan sebanyak 407 kali tidak perlu dikhawatirkan.

Warga hanya diminta untuk tetap waspada.

Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto menuturkan, aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan itu malah mengurangi potensi dampak yang besar.

"Penjelasan dari PVMBG dengan letusan yang terus-menerus malah mengurangi potensi terjadi potensi dampak yang terjadi lebih besar," ungkapnya, Minggu, 7 Oktober 2018.

Rudi menjelaskan, dampak letusan besar Gunung Krakatau terjadi 400 tahun lalu yang mana tidak beraktivitas selama 200 tahun.

Namun, setelah tertahan selama 200 tahun, itulah terjadi sebuah ledakan besar yang berimbas besar hingga terjadi tsunami.

"Tapi adanya letusan tiap hari dengan larva yang dikeluarkan itu energi yang dikeluarkan itu kalau dari dampaknya tidak berpotensi bencana," sebutnya.

Rudi pun mengimbau masyarakat, khususnya yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau, tidak khawatir.

Baca: Jumlah Letusan Gunung Anak Krakatau Meningkat 422 Kali, Status Masih Level II Waspada

"Tidak perlu khawatir. Tapi, tetap waspada terhadap potensi bencana yang timbul," tandasnya.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved