Anggota DPRD Tampar Pegawai Karaoke, Muncul Bos hingga Pengakuannya Mengejutkan

Anggota DPRD Tampar Pegawai Karaoke, Muncul Bos hingga Pengakuannya Mengejutkan

Tayang:
edi hermawan/tribunbantaeng.com - Legislator PAN Bantaeng, Darwis Tehnik 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Anggota DPRD Tampar Pegawai Karaoke, Muncul Bos hingga Pengakuannya Mengejutkan 

Oknum anggota DPRD Darwis Tehnik dari Fraksi PAN Bantaeng , Sulawesi Selatan dikabarkan melakukan tindak kekerasan kepada seorang karayawan tempat karaoke D'Club pada Jumat (5/10/2018).

Kabar tersebut pun menjadi viral dan ramai diperbincangkan publik.

Baca: Caleg PAN di Lampung Tewas Berlumuran Darah, Pergoki Orang-orang Bongkar Lapak Thai Tea

Dilansir dari Tribun Timur, berikut fakta-fakta mengenai peristiwa 'penamparan' tersebut.

1. Kronologi

Ketua Komisi B DPRD itu diguga menampar kasir tempat karaoke bernama Illank lantaran enggan memenuhi permintaan pelaku.

Yakni untuk membukakan ruangan (room) bernyanyi dengan 4 rekannya, termasuk seorang anggota polisi.

Sang kasir mengatakan jika alasannya tidak mau membukakan ruangan lantaran jam operasional sudah selesai.

Tak terima dengan alasan sang kasir, Darwis disebutkan langsung menampar korban.

2. Sudah Karaoke 2 Jam di Tempat Lain

Darwis diketahui sudah berkaraoke selama 2 jam di tempat lain, yakni D'Gonny yang ada di sebelah D'Club.

Akan tetapi ia memutuskan untuk pindah lokasi.

3. Diduga Mabuk

Ketika tiba di D'Club, Darwis diduga berada dalam pengaruh alkohol.

Ia pindah ke D'Club lantaran pengelola D'Gonny tidak menuruti penambahan waktu karaoke.

4. Pernyataan Karyawan D'Club

Seorang karyawan D'Club memberikan pernyataan terkait kabar tindak kekerasan ini.

Menurut karyawan yang namanya tak disebutkan, memang ada pemukulan oleh seorang anggota dewan di tempat kerjanya.

"Betul itu pemukulan oknum anggota dewan kepada kasir kak," ujarnya.

5. Penjelasan Darwis

Darwis yang disebut-sebut menampar kasir tempat karaoke langsung membantah kabar ini.

Menurutnya, dirinya saat itu tidak ditampar, namun justru ialah yang dikeroyok.

"Jadi saya perlu luruskan, bahwa bukan saya yang menampar tapi saya yang dikeroyok," katanya, Minggu (7/10/2018).

Menurut Darwis, ia pergi ke tempat karaoke sekitar pukul 10.20 WITA atas ajakan temannya.

Sekitar pukul 24.00 WITA, D'Gonny sudah tutup, sehingga ia memutuskan untuk pindah ke D'Club yang lokasinya bersebelahan.

"Saya tau bahwa di D'Gonny itu sudah tutup kalau jam 12 malam. Saya pindah keseblah di D'Club karena dia memang biasa nanti jam 02.00 Wita (dinihari) baru tutup," kata Darwis.

Setibanya di D'Club, kasir langsung mengatakan jika room sudah penuh.

Akan tetapi Darwis mengungkapkan apabila masih ada ruangan yang kosong berdasarkan informasi temannya.

Ia pun langsung protes kepada sang karyawan.

"Makanya kasih tahu kasirnya, bilang weh kau liat-liat juga orang. Kamu kira saya minta gratis di sini," ungkap Darwis.

Seorang pria bernama Bos Ceper kemudian menghampiri mereka.

Darwis lantas terlibat adu mulut dengan Bos Ceper.

Darwis juga menyebutkan apabila Cos Ceper sempat menantangnya untuk berkelahi.

"Datang itu Ceper tabrak saya waktu bicara sama Illank, dia bilang apa ke saya. Jadi saya bilang lagi we liat-liat ko juga orang, tapi terusji menantang jadi saya ikuti," ujar Darwis.

Darwis pun mengikuti Bos Ceper sampai ke lantai 2.

Saat itu ia kemudian mengaku dikeroyok oleh 3 orang.

Saat ditanya siapa yang mengeroyoknya, Darwis mengaku tidak tahu secara pasti lantaran kondisi cahaya ruangan yang remang-remang.

"Jadi bukan saya yang mengamuk, tapi saya yang dikeroyok. Ini di bagian dada dan perut saya masih memar," pungkasnya. (*)

 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved