Tribun Lampung Utara

Cabuli Gadis 17 Tahun Berulang Kali, 6 dari 8 Pelaku Berhasil Ditangkap Termasuk Ayah Kandungnya

Sungguh menyedihkan nasib yang dialami gadis berusia 17 tahun yang masih duduk dibangku SMA asal Sungkai Selatan, Lampung Utara ini.

Cabuli Gadis 17 Tahun Berulang Kali, 6 dari 8 Pelaku Berhasil Ditangkap Termasuk Ayah Kandungnya
Tribunlampung/Anung
pelaku pencabulan siswa sma di lampura 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sungguh menyedihkan nasib yang dialami gadis berusia 17 tahun yang masih duduk dibangku SMA asal Sungkai Selatan, Lampung Utara ini. 

Diusinya yang masih belia, ia sudah menjadi korban pencabulan dari delapan orang. 

Baca: 6 Pelaku Pencabulan Gadis SMA di Lampura Diringkus, Keluarga Korban Minta Ini ke Polisi

Bahkan yang menyedihkannya lagi, ayah kandungnya sendiri yang kali pertama mencabulinya dua tahun lalu.

Hingga sampai kini, ayahnya masih melakukannya. 

Tak hanya itu saja, selain ayah kandungnya, sang paman kandungnya pun juga menjadikannya alat pelampiasan nafsu. 

Selain itu, gadis tersebut juga dijadikan ayah kandungnya sebagai pelunas utang Rp 600 ribu.

Ayah korban yang berinisial DR (41) memiliki utang Rp 600 ribu dengan tetangganya berinisial DM.

Sebagai pelunas utang, DR pun menawarkan putrinya untuk dinikahi DM.

Perbuatan ketiga pelaku itu bahkan sampai membuat korban depresi.

 

Polisi Polres Lampung Utara menggiring tiga tersangka pencabulan terhadap Bunga (17), bukan nama sebenarnya. Bunga dicabuli bapak kandung, paman dan tetangganya.
Polisi Polres Lampung Utara menggiring tiga tersangka pencabulan terhadap Bunga (17), bukan nama sebenarnya. Bunga dicabuli bapak kandung, paman dan tetangganya. (Tribun Lampung)

Baca: Gadis SMA Ini Hamil & Trauma Setelah Dicabuli 8 Orang. 2 Pelakunya Ayah Kandung dan Pamannya Sendiri

Korban pun kini diketahui hamil dua bulan, akibat perlakuan tidak bermoral ketiga pelaku.

"Korban hamil dua bulan dan dalam kondisi trauma berat. Ia masih dalam tahap konseling dengan psikolog," ujar Kapolres Lampung Utara (Lampura), Ajun Komisaris Besar Eka Mulyana, Jumat (5/10/2018).

Polisi telah menangkap ketiga tersangka tersebut.

Awalnya, polisi menangkap DR di Lampung Tengah pada Minggu (30/9/2018).

Lalu, polisi menangkap MR dan DM di rumah masing-masing pada Kamis (4/10/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.

DR mengaku mencabuli anak kandungnya itu sejak bercerai dari istrinya.

Pencabulan dilakukan sejak 2017 hingga September 2018.

DR berdalih melakukan perbuatan tersebut karena khilaf.

"Saya khilaf," ujarnya saat diwawancarai di Mapolres Lampura, Jumat (5/10/2018).

Baca: Cabuli Anak Kandung Bersama 7 Orang Lainnya, Warga Lampung Ini Ngaku Khilaf

Sementara, MR mencabuli keponakannya itu sebanyak lima kali pada bulan Agustus.

MR melakukan perbuatan tak senonoh itu saat korban sendirian di rumah.

Dengan menggunakan senjata tajam, MR mengancam akan membunuh korban jika menolak keinginannya.

Sementara, DM mengaku berani mencabuli korban karena DR, ayah korban, pernah menawari korban untuk ia nikahi.

Korban dijadikan ayah kandungnya sebagai pelunas utang Rp 600 ribu.

"DR punya utang sama saya Rp 600 ribu. Lalu, ia menawari saya untuk menikahi anaknya sebagai pelunas utang. Dari situ, saya berani mencabuli korban," papar DM, seraya mengaku sudah lima kali mencabuli Bunga sejak Mei.

Baca: Dicabuli Ayah Kandung, Paman, dan Tetangga, Gadis 17 Tahun Juga Jadi Pelunas Utang Rp 600 Ribu

Cerita ke Bibi

Kapolres Lampura, Ajun Komisaris Besar Eka Mulyana mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah ada laporan dari korban dan keluarga.

Menurut Eka, korban yang sudah depresi akibat dicabuli ayah kandung, paman, dan seorang tetangga, akhirnya berani menceritakan hal yang dialami ke bibinya.

Mendengar cerita itu, sang bibi tak terima.

Ia lalu menceritakan hal itu ke ibu kandung korban, yang sudah tidak tinggal serumah dengan korban.

Berdasarkan kesepakatan keluarga, proses hukum ditempuh.

Korban dan keluarganya melapor ke polres.

"Berdasarkan laporan itulah kami lakukan penyelidikan dan menangkap tiga tersangka," papar Eka. 

Baca: Gadis 17 Tahun Alami Depresi Akibat Dicabuli Ayah Kandung, Paman, dan Tetangga Berulang Kali

Pengakuan Ibu Korban

Ibu korban pun meminta bantuan Kapolri untuk menangkap para pelaku yang belum tertangkap.

Sebelumnya, ibu kandung korban mengungkapkan, ada lima pelaku lain yang belum tertangkap.

"Saya minta Kapolri, Kapolda Lampung, dan Kapolres Lampung Utara untuk menangkap mereka," ujarnya, Minggu (7/10/2018).

Menurutnya, putrinya tersebut masih mengalami trauma berat.

Kondisi fisik korban masih lemah dan belum bisa bicara normal.

Bahkan setiap mau tidur, korban selalu minta ditemani dan dipeluk.

Melihat kondisi putrinya tersebut, ibu korban mengaku hanya bisa menyemangatinya.

Paman korban menerangkan, pelaku pencabulan terhadap keponakannya itu berjumlah delapan orang.

Hal tersebut diketahui setelah korban mengungkapkannya kepada ibu korban.

Kasatreskrim Polres Lampung Utara, Ajun Komisaris Donny Kristian Bara'langi mengatakan, dirinya beserta anggota terus melakukan pendalaman keterangan saksi-saksi.

"Kami sudah ketahui pelaku lainnya. Namun masih dirahasiakan, untuk proses penyelidikan. Kami berupaya maksimal mengungkap kasus ini," katanya. 

Baca: Gadis 17 Tahun Dicabuli Ayah Kandung, Paman, dan Tetangganya Sendiri Berulang Kali

3 Pelaku Lagi Ditangkap

Dan kini, anggota reskrim Polres Lampung Utara kembali mengamankan tiga orang yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap Bunga.

Sebelumnya, bapak kandung, paman, serta tetangga yang merupakan rekan ayahnya sudah lebih dahulu diamankan.

Ketiga pelaku tersebut adalah Andi Kusuma (18), Asrudin alias Ujang (32), dan Tedi Hermawan (21), warga Desa Karang Rejo Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara. 

Ketiganya diamankan dirumahnya masing-masing, berkat pengembangan keterangan dari korban.

"Enam pelaku sudah kita amankan, tinggal dua pelaku lagi masih dalam pengejaran," ujarnya.
Atas telah ditangkapnya para pelaku, Izah yang merupakan ibu korban mengucapkan terima kasih kepada polisi, khususnya setelah polisi meringkus para pelaku yang telah melakukan pemerkosaan terhadap anak kandungnya.

"Saya selaku ibu kandung korban, sekali lagi, mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan dan kerja kerasnya atas tertangkapnya para pelaku. Kepada Bapak Kapolres dan seluruh jajaran, kami ucapkan terima kasih," ujarnya.

Dia juga meminta agar para pelaku diberi hukuman maksimal, pelaku yang belum tertangkap dapat segera ditangkap.

"Semoga para pelaku diberikan hukuman maksimal. Kami dari keluarga hanya pasrah, mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan lancar, kami serahkan semua ke kepolisian," pungkasnya.‎ (ang)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: teguh_prasetyo
Editor: teguh_prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved