Tribun Tanggamus

Longsor di Limau, BPBD Tanggamus Benahi Jalan di Tiga Dusun

BPBD Tanggamus menurunkan alat berat ekskavator untuk benahi akses jalan antardusun di Pekon Ampai, Kecamatan Limau

Longsor di Limau, BPBD Tanggamus Benahi Jalan di Tiga Dusun
TRIBUN LAMPUNG/TRI YULIANTO
LONGSOR - Warga Pekon Ampai Kecamatan Lima melewati jalan penghubung tiga dusun yang longsor, Minggu (14/10). Untuk sementara jalan tersebut hanya bisa dilewati pengguna sepeda motor. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG  - BPBD Tanggamus menurunkan alat berat ekskavator untuk benahi akses jalan antardusun di Pekon Ampai, Kecamatan Limau yang longsor dan tertutup material longsor.

Menurut Kabid Kedaruratan Adi Nugroho, mewakili Kepala BPBD Romas Yadi, hal itu dilakukan untuk jalur antardusun yang menghubungkan Dusun Cong Kanan, Batu Peti dan Batu Kibau. Jalan tersebut longsor pada Minggu (14/10) sekitar pukul 02.00 WIB dan 04.00 WIB.

Baca: KPU Tanggamus Fasilitasi Pembuatan Baliho dan Spanduk Parpol Selama Masa Kampanye

Dampaknya, jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, dan sementara hanya bisa dilewati sepeda motor. Itupun belum sepenuhnya aman karena sisi jalan yang langsung bersebelahan dengan jurang dan sungai.

"Jadi kami akan potong tebing yang longsorannya tutupi jalan. Itu dilakukan sebab badan jalan yang lama sudah separuh hilang, dan tidak mungkin hanya mengandalkan jalan yang seadanya ini," terang Nugroho.

Baca: Polisi Pasang Banner Jalan Rawan Longsor di Pekon Ampai

Ia mengatakan pengirisan tebing mau tidak mau harus dilakukan. Nantinya lebar tebing yang diiris sekitar empat meter dan sepanjang 50 meter. Lalu dibuatkan trap masing-masing selebar dua meter.

Tujuannya mengantisipasi jika longsor kembali terjadi material tidak akan langsung menutupi jalan.
Ia mengaku pemotongan tebing diperlukan karena manfaat jalan amat penting sebagai akses warga di tiga dusun.

Rutinitas kendaraan yang biasa melalui adalah untuk sarana pengangkut hasil bumi, seperti kopi, kakao dan pisang. Selain itu tidak ada jalur lain menuju ke tiga dusun tersebut.

Pada jalur ini sendiri ada dua titik longsor namun di titik kedua yang berjarak sekitar 100 meter dampaknya tidak terlalu signifikan. Kerusakan lainnya adalah rusaknya bronjong yang tidak jauh dari lokasi longsor.

"Beronjong yang rusak sepanjang 40 meter, terdiri empat trap semuanya hilang," terang Nugroho. Untuk hal ini penangannya mungkin diserahkan ke Dinas PU.

"Untuk kerusakan beronjong sementara ini untuk bahan laporan dahulu," terang Nugroho.
Longsor di Pekon Ampai terjadi dua hari berturut-turut. Longsor pertama terjadi pada Sabtu (13/10).

Saat itu material longsor menutupi badan jalan lintas kecamatan, dan dua rumah terkena terjangan longsor. Sehari berikutnya longsor terjadi lagi pada ruas berbeda yang merusak akses ke tiga dusun.

"Kami imbau masyarakat, memasuki musim hujan ini diminta waspada bencana. Longsor atau bajir bisa terjadi kapan saja. Jika lokasinya rawan usahakan mengungsi dahulu sebelum ada korban jiwa," ujar Nugroho. (tri)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved