Tribun Tanggamus

BPBD Bersihkan Material Longsor di Pekon Ampai

BPBD Tanggamus mulai membersihkan material longsoran pada jalan penghubung tiga dusun di Pekon Ampai,

BPBD Bersihkan Material Longsor di Pekon Ampai
TRIBUN LAMPUNG/TRI YULIANTO
LONGSOR - Warga Pekon Ampai Kecamatan Lima melewati jalan penghubung tiga dusun yang longsor, Minggu (14/10). Untuk sementara jalan tersebut hanya bisa dilewati pengguna sepeda motor. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - BPBD Tanggamus mulai membersihkan material longsoran pada jalan penghubung tiga dusun di Pekon Ampai, Kecamatan Limau, Senin (15/10). Di jalur itu ada dua titik tertutup material longsoran

Kabid Kedaruratan Adi Nugroho mewakili Kepala BPBD Romas Yadi menjelaskan, pembersihan materil longsoran menggunakan ekskavator berukuran kecil. Pekerjaan itu ditarget selesai hari Selasa ini.

Sedangkan untuk pengirisan tebing guna pembuatan badan jalan baru sebagai ganti badan jalan yang hilang belum bisa dilakukan sekaligus. Itu terkait izin pelepasan tanah dari warga pemilik lahan.

Baca: Longsor di Limau, BPBD Tanggamus Benahi Jalan di Tiga Dusun

"Tebing yang longsor adalah tanah warga. Pengirisan tebing otomatis luasan tanah warga tersebut berkurang. Pihak pekon sedang mengupayakan agar warga pemilih tanah bersedia melepaskan tanahnya untuk pembuatan badan jalan baru, untuk hasilnya bagaimana kami masih menunggu," terang Nugroho.

Baca: 9 Dilebur, Kini Dinas dan Badan di Tanggamus Jadi 28 Instansi

Ia berharap, pemilik tanah bersedia melepaskan tanahnya untuk jalan. Sebab kedudukan jalan itu penting karena penghubung tiga dusun, yakni Dusun Cong Kanan, Batu Peti dan Batu Kibau.
Ketiga dusun itu dihuni ratusan warga dan selama ini banyak hasil bumi keluar dari tiga dusun itu.
Apabila warga pemilik tanah tidak bersedia maka harus membangun jalan baru di rute berbeda.

Sementara itu Kadis PUPR Tanggamus Riswanda Junaidi menjelaskan, penanganan pasca bencana boleh dilakukan BPBD atau pihaknya. "Jika itu akan ditangani BPBD maka kami tidak ikut serta, begitu sebaliknya jika kami yang menangani akan disurvei dahulu sebab itu perlu studi kelayakan," terangnya.

Ia menerangkan, pembangunan jalan pengganti jalan yang longsor memang harus ada pengirisan tebing, lalu dibuat trase jalan (perencanaan). Langkah selanjutnya, pelepasan lahan milik warga. (tri)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved