Tribun Bandar Lampung

Dua Pekan BNNP Lampung Amankan Peredaran Sabu Seberat 3,2 Kg

BNNP Lampung dalam dua pekan ini menggagalkan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di Lampung sebanyak 3,2 kilogram.

Tribunlampung/Hanif
Ekspose di Kantor BNNP Lampung Jalan Ikan Bawal Teluk Betung, Senin 15 Oktober 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dalam dua pekan ini menggagalkan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di Lampung sebanyak 3,2 kilogram.

Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan sabu sebanyak 3,2 kilogram ini merupakan hasil ungkap tiga kasus pada tanggal 29 September hingga 11 Oktober.

"Jadi ini LKN (laporan kasus narkotika) ada tiga dengan tujuh tersangka, dan satu tersangka meninggal dunia karena melakukan perlawanan sehingga dilakukan penindakan secara tegas terukur," ungkapnya saat gelar ekspose di Kantor BNNP Lampung Jalan Ikan Bawal Teluk Betung, Senin 15 Oktober 2018.

Baca: Follow Akun IG Lembah Hijau, Bisa Foto Bareng Burung Langka Gratis di Lampung Fair

Adapun tersangka yang diamankan yakni Andinda, Adina, Fikriansyah, dan Hairul ditangkap di jalan Gatot Subroto, Sabtu 29 Oktober 2018, dengan barang bukti 500 gram.

Kemudian, Hendri, yang diamankan di Perintis Palapa, Senin 8 Oktober 2018, dengan barang bukti 700 gram. Sedangkan Dwi Adelianto dan HS (meninggal dunia), yang diamankan di jalan Soekarno Hatta fly over Way Halim, 11 Oktober 2018, dengan barang bukti dua kilogram.

"Barang tersebut (sabu) dari tiga kasus semuanya dikirim dari Jawa," ucap Tagam.

Baca: Braakkk, Rumah Aman Ambruk Diterpa Angin Kencang. Seluruh Keluarga Alami Luka-luka

Tagam menyebutkan, narkoba sering banyak diketahui dari Sumatra, yakni Aceh atau Riau turun menuju ke Jawa dengan melintas beberapa provinsi salah satunya Lampung. Namun, beber Tagam, karena banyak tindakan tegas terukur jadi muncul trend baru.

"Ya seperti yang saat ini, barang dari Jawa di bawa ke Sumatera, mereka ini membuat cara baru," tukasnya.

Tagam mengaku, pada temuan ini membuktikan bahwa pola peredaran narkoba bisa berubah-berubah. Yang mana saat ini masih dalam pola darat, dan nantinya kedepan bisa kembali lagi pola lewat laut.

"Ini (pelaku) cuman kecil-kecil saja. Modusnya ada yang menggunakan bus, setelah diperiksa semuanya positif," tukasnya.

Tagam menambahkan, ketujuh tersangka diancam dan dijerat dengan pasal 115 ayat 2, pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved