Public Service

Solusi Mengatasi Trauma Bullying

YTH Psikolog. Saya ada masalah dalam pergaulan. Jika dalam kelompok, rasanya bingung dan takut kalau mau bicara.

Solusi Mengatasi Trauma Bullying
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - YTH Psikolog. Saya ada masalah dalam pergaulan. Jika dalam kelompok, rasanya bingung dan takut kalau mau bicara. Takut dianggap tidak nyambung, takut kalau tidak dijawab, dan takut bila jawaban mereka menyakitkan.

Baca: GRAFIS: Mari Mengenal 5 Ciri Tindakan Bullying

Dulu waktu SMP saya pernah mengalami bullying. Dan sejak itu saya merasa ini bukan diri saya. Tapi saya sudah melupakannya, terlebih itu masa lalu dan saya punya kehidupan baru di SMA. Mohon solusinya.

Pengirim: +6285779654xxx

Curhat pada Orang yang Dipercaya

DAMPAK bullying cenderung mengancam harga diri, kepercayaan diri, menyebabkan rasa takut yang terus menghantui, bahkan dapat menyebabkan keinginan menyendiri, depresi bahkan bunuh diri.

Orangtua dan guru perlu mengajarkan kepada anak bagaimana cara mengatasi apabila ada yang mem-bully anak sehingga Anda tidak menjadi korban.

Baca: Orangtua Wajib Tahu, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Bullying Pada Anak

Seorang yang menjadi pem-bully biasanya adalah orang yang tidak suka dengan korban. Mungkin saja korban itu pintar, aneh atau terkesan lemah sehingga menjadi target untuk pem-bully.

Hal yang lain biasanya pem-bully merasakan kesenangan saat mem-bully sehingga dia merasa ketagihan untuk melakukan perbuatan yang tidak baik itu. Seorang pem-bully biasanya membutuhkan popularitas, keinginan berkuasa dan biasanya cenderung serakah sehingga mendominasi orang lain.

Saat masih di SMP Anda menerima perilaku bullying namun tidak terselesaikan dengan baik, sehingga sampai sekarang mengganggu adaptasi Anda dengan teman-teman.

Hal yang bisa lakukan adalah:

1. Cobalah bercerita kepada orangtua atau seseorang yang Anda percayai untuk menceritakan masalah ini.
2. Belajarlah untuk menatap mata lawan bicara sehingga Anda tahu bahwa Anda mampu untuk menghadapi lawan bicara Anda.
3. Jangan mau jadi sasaran pem-bully, lebih baik Anda menyingkir dari mereka dan bertemanlah dengan orang baik.
4. Anda perlu membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki hati yang baik dan mintalah dukungan sehingga anda mampu menghadapi hal yang sulit tidak sendirian.
5. Cobalah untuk relaksasi sehingga Anda tidak cemas memikirkan hal-hal yang buruk.
6. Apabila perlu kumpulkanlah bukti tentang pem-bully dan laporkan ke pihak berwenang sebagai pembelajaran.

RETNO RIANI MPsi
Psikolog

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved