Tribun Bandar Lampung

Dikira Maling Ternyata Gila, Seorang Pria Nyaris Babak Belur Dimassa

Warga Jalan Soekarno Hatta, Gang Centra, Rajabasa Raya, Rajabasa, digegerkan dengan aksi seseorang yang diduga akan melakukan tindak pencurian.

Dikira Maling Ternyata Gila, Seorang Pria Nyaris Babak Belur Dimassa
Ist
Warga Jalan Soekarno Hatta, Gang Centra, Rajabasa Raya, Rajabasa, digegerkan dengan aksi seseorang yang diduga akan melakukan tindak pencurian dengan modus bobol rumah. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga Jalan Soekarno Hatta, Gang Centra, Rajabasa Raya, Rajabasa, digegerkan dengan aksi seseorang yang diduga akan melakukan tindak pencurian dengan modus bobol rumah, Senin 22 Oktober 2018.

Namun saat setelah ditangkap, pelaku tersebut seperti orang gila yang mau meminta perlindungan warga karena dikejar oleh sekelompok orang yang hendak membunuhnya.

Baca: BERITA FOTO - Tribun Lampung Kunjungi PT Nestle Indonesia Panjang Factory

Menurut Mama Abi, warga sekitar, kejadian kurang lebih sekitar pukul 7.00 wib, saat pemilik rumah sedang beraktifitas keluar rumah.

"Iya tadi pagi, rame maling ketangkap, pas yang punya rumah pergi kerja," ungkapnya, Senin 22 Oktober 2018.

Kata Abi, orang yang ditangkap itu kedapatan hendak membongkar rumah, namun dipergoki oleh tetangga samping.

Baca: BREAKING NEWS - Warga Tubaba Geger Penemuan Mayat Anonim di Areal Perkebunan Karet

"Ya langsung ditarik, terus minta tolong, ya warga kumpul," sebutnya.

Masih kata dia, pelaku sendiri membawa linggis dengan ukuran panjang sekitar setengah meter.

"Bawa linggis, tapi setelah itu ngaku lagi dikejar orang mau dibunuh, makanya dia sembunyi, tapi kalau orang gila kok bawa linggis," tandasnya.

Sementara itu, Feri Driver Ojek Online yang kebetulan lewat mengatakan, bahwa pelaku sendiri sempat menjadi bulan-bulanan warga.

"Iya, tapi pelaku susah diajak berkomunikasi ngelantur saja," paparnya.

Agar tidak dihakimi massa, Feri pun mengaku meminta warga untuk menyerahkan ke pihak berwajib.

"Kami antar ke polsek terdekat, daripada dihakimi massa," tandasnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved