Kabur Saat Gempa Palu, Napi Jalan Kaki Selama 3 Hari Serahkan Diri Kembali ke Rutan

Kabur saat Gempa Palu, Napi Jalan Kaki Selama 3 Hari Serahkan Diri Kembali ke Rutan

Kabur Saat Gempa Palu, Napi Jalan Kaki Selama 3 Hari Serahkan Diri Kembali ke Rutan
Petugas gabungan menemukan jenasah korban gempa bumi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) 

Kabur saat Gempa Palu, Napi Jalan Kaki Selama 3 Hari Serahkan Diri Kembali ke Rutan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Palu pada Jumat (28/9/2018) masih belum bisa dilupakan para korban.

Ada banyak hal yang terjadi dalam bencana alam yang mengerikan tersebut. Mulai dari panjarahan hingga kaburnya beberapa narapidada.

Sejatinya, untuk kaburnya beberapa narapidada mereka punya alasan.

Baca: Dimuntahkan Bumi, Inilah Perjuangan Ramna yang Lolos dari Bencana Likuefaksi Akibat Gempa Palu

Pertama, demi mengetahui bagaimana kabar keluarganya.

Kedua, kabur karena ketakutan dan takut tertimpa bangunan runtuh saat gempa.

Nah, salah satu narapidada yang kabur adalah Arya.

Arya (41), seorang narapidana Lapas Kelas IIA Palu, Sulawesi Tengah, memilih kabur dari penjara karena trauma dan ketakutan saat gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Jumat (28/9) lalu.

Pasca satu bulan setelah tragedi tersebut, Arya memilih menyerahkan diri ke Rutan Kelas IIB Majene, Sulawesi Barat, Kamis (25/10/2018) lalu.

Untuk meninggalkan Kota Palu, Arya berjuang melawan lapar dan haus sambil berjalan kaki selama tiga hari hingga ia bisa tiba di perbatasan Donggala, Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Halaman
12
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved