Ganja 700 Kg

Tim Reserse Narkoba Polda Lampung Temukan 700 Kg Ganja Tak Bertuan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung mengamankan 700 kilogram ganja tak bertuan dalam sepekan.

Tim Reserse Narkoba Polda Lampung Temukan 700 Kg Ganja Tak Bertuan
Istimewa
Inilah gudang tempat penemuan paket berisi 400 kilogram ganja kering di kawasan Natar, Lampung Selatan, Kamis, 1 November 2018. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung mengamankan 700 kilogram ganja tak bertuan dalam sepekan. Tim Ditresnarkoba menemukannya di dua lokasi berbeda.

Pertama, tim mendapati ganja seberat 300 kg di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass), Bandar Lampung. Kedua, tim menemukan ganja 400 kg di sebuah rumah kontrakan di Dusun I, Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Direktur Resnarkoba Polda Lampung Komisaris Besar Shobarmen membenarkan temuan ganja total 700 kg ganja tak bertuan tersebut. Namun, pihaknya belum mengetahui siapa pemiliknya.

"Masih kami cari siapa penerima dan pengirimnya. Sudah kami identifikasi," kata Barmen, sapaan akrabnya, Jumat (2/11/2018) malam.

Barmen mengungkapkan, temuan ganja 300 kg berawal dari kabar mengenai pengiriman paket ganja melalui jasa ekspedisi pada Minggu (29/10/2018). Lokasinya di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.

"Ternyata benar, kami temukan packing (boks) kayu yang berisi kurang lebih 300 kg ganja. Paket ganja ini terbagi dalam bungkusan berlakban warna cokelat," jelas Kombes Shobarmen.

Selanjutnya, Kamis (1/11/2018), tim Sub Direktorat I Ditresnarkoba Polda kembali menerima kabar adanya gudang penyimpanan ganja di Dusun I, Natar, Lamsel. Tim kemudian mengecek ke lokasi.

"Dan benar juga, tim mendapati 400 kg ganja kering dengan packing yang sama (boks kayu) seperti temuan sebelumnya. Rumah itu dalam keadaan kosong, jadi kami amankan langsung (paket ganja)," ujar Barmen.

Ditresnarkoba Polda menduga temuan dua paket ganja tersebut saling berkaitan. Tim sejauh ini masih melakukan pendalaman kasus.

"Soalnya, dari bungkusan dan paketnya, sama. Tapi, masih kami dalami untuk mencari pemiliknya. Dugaan sementara, barang itu dari Aceh," tandas Kombes Shobarmen.

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved