Tribun Lampung Utara

43 Pelanggar Lalu Lintas Ikut Sidang di Tempat

Sebanyak 43 pengendara motor dan pengemudi mobil, mengikuti sidang di tempat dalam rangka Operasi Zebra Krakatau 2018, Kamis (8/11).

43 Pelanggar Lalu Lintas Ikut Sidang di Tempat
Tribunlampung/Anung
Sidang di Tempat Pelanggaran Lalu Lintas. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Sebanyak 43 pengendara motor dan pengemudi mobil, mengikuti sidang di tempat dalam rangka Operasi Zebra Krakatau 2018, Kamis (8/11).

Mereka merupakan pelanggar lalu lintas, yang terjaring dalam razia, oleh gabung satuan lalu lintas Polres Lampung Utara, POM TNI AD, dinas perhubungan, Provos Polres Lampung Utara.

Baca: Diduga Jadi Korban Gendam, Sulastri Nurut Diminta Serahkan Perhiasan Hingga HP ke Pelaku

‎Sutikno (40) warga Kelurahan kelapa tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan mengatakan dengan adanya sidang di tempat ini mempermudah yang terkena tilang dan tidak menunggu lama sidang seperti di pengadilan.

"Saya ditilang karena lampu motor tidak hidup dan kalau untuk surat menyurat saya lengkap dan membayar denda tilang sebesar Rp 40 ribu," ujarnya.

Baca: Polres Lampung Utara Terima Penghargaan Instansi Terbaik I Dalam Pengelolaan BMN 2018

Ditempat yang sama Emila (32) Warga kotabumi menjelaskan bahwa ini sangat mempermudah dan mempercepat yang terkena tilang.

"Saya ditilang karena tidak membawa STNK dan SIM dan saya membayar denda tilang sebesar 60 Ribu," katanya.

Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono menuturkan hari ini dilakukan razia dalam rangka operasi Zebra. Lokasi razia sudah ditentukan oleh satuan lalu lintas, di Tugu Payan Mas Kotabumi.

Operasi zebra sudah dilaksanakan 10 hari, untuk memeriksa kelengkapan, surat-surat kendaraan. "Saya harap semua warga mematuhi peraturan lalu lintas," bebernya.

Faisal, selaku hakim dalam pelaksanaan sidang ditempat menerangkan kegiatan ini dalam rangka sinergitas antara Polri, kejaksaan serta hakim di kabupaten Lampung Utara. Sidang ditempat, menunjukkan transparansi mengenai kesalahan serta denda yang terkena tilang.

"Kalau sidang ditempat dendanya melihat kondisi yang ditilang. Pelanggar langsung bayar ditempat," jelasnya.

Ia mengatakan pelanggar terbanyak untuk pengendara motor karena tidak menyalakan lampu besar. Sedangkan pe‎ngemudi mobil tidak mengenakan Sabuk keselamatan.

"Paling banyak yang kena tilang pengendara motor, karena tidak hidupkan lampu besar," ujarnya.

Sementara Marsyah, jaksa yang ikut dalam sidang ditempat mengaku jumlah pelanggar yang ikut sidang sebanyak 43 orang. Mereka terdiri dari pengendara motor, pengemudi truk, mobil.

"Uang denda yang terkumpul sebanyak Rp 2.375.000," jelasnya.

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved