Istri Perwira Polisi Pukul Istri Bawahan hingga Masuk Rumah Sakit. Ternyata Gara-gara Berlian

Istri Perwira Polisi Pukul Istri Bawahan hingga Masuk Rumah Sakit. Ternyata Gara-gara Berlian

Istri Perwira Polisi Pukul Istri Bawahan hingga Masuk Rumah Sakit. Ternyata Gara-gara Berlian
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Nia Kurnia (43) terbaring lemah, di Ruang Rawat Inap Elisabeth Nomor 22 Rumah Sakit Antonius, Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (02/11/2018) siang. 

Orang tersebutlah yang membujuknya agar terima saja uang tersebut supaya bisa pulang.

"Saat itu, driver dan petugas jaga juga ada," tuturnya.

Setelah mengalami penganiayaan tersebut, Nia baru merasakan sakit saat malam hari. Kepalnya tersa pusing dan muntah.

"Terus sesak. Setelah itu saya dibawa rumah sakit," jelasnya.

Nia mengatakan, sudah melaporkan perbuatan penganiayaan yang dilakukan MHN ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar agar diproses secara hukum.

Kakak kandung korban, Nety berharap Polda Kalbar dapat memproses aduan penganiayaan yang dialami adiknya tersebut.

"Kami mau kasus ini diselesaikan sesuai aturan. Jangan sampai hal sperti ini terjadi lagi. Kami pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke Polda. Saya meminta Polda memproses kasus ini seadil-adilnya," harap Nety.

Surat Tulis Tangan Nia Kurnia

Selain menceritakan penganiayaan yang dialaminya, dirinya juga menuliskan sepucuk surat.

Surat yang ditulis tangan itu, ia tujukan kepada Direskrimum Polda Kalbar.

Berikut surat tulis tangan Nia Kurnia kepada Direskrimum Polda Kalbar:

Kepada Yth:

Bapak Direskrim Umum Polda Kalbar

di Pontianak

Dengan Hormat

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: Nia Kurnia

TTL: Ketapang, 5 Oktober 1975

Alamat: Jalan Husim Hamzah, Kompleks Berdirikari Indah

Melaporkan seseorang yang bernama:

Nama: Ibu MHN

Alamat: Jalan Sumatera

Jenis Kelamin: Perempuan

Adapun kronologis peristiwa sebagai berikut:

Saya datang ke rumah Beliau dengan tujuan menjelaskan perihal cincin berlian yang saya beli pada Ibu MHN.

Saya sudah merasa membayarkan uang Rp 10 juta, dan sisanya Rp 8 juta sudah saya lunaskan.

Tapi beliau bilang, saya cuman bayar Rp 8 juta.

Dan beliau meminta dikembalikan.

Kebetulan barang tersebut saya bawa dan saya kasikan.

Tapi saya tidak mau mengambil uang kembalinya Rp 8 juta.

Beliau marah-marah dan memaksa saya menerima dan terjadilah hal yang tidak diinginkan.

Saya didorong, dicekik, dan ditampar

Dari mulutnya keluar kata-kata yang tidak mengenakkan.

Tapi beliau semakin beringas.

Saya berusaha mau keluar rumah dan pulang.

Tapi beliau menutup pintu dan terus mendorong saya

Saya dimarahi terus dan beliau sempat berkata, Di situ ada pisau, saya bisa bunuh kamu!

Ada saksinya Ibu RS.

Demikian laporan pengaduan ini saya buat, dengan sebenar-benarnya dan agar dapat diproses dengan seadil-adilnya.

Pontianak, 30-11-2018.

Hasil Visum

Polda Kalbar beberkan hasil visum yang di terima penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar kasus penganiayaan yang dilakukan oleh MHN istri Perwira Menengah Polresta Pontianak terhadap Nia Kurnia istri dari seorang anggota Polsek Pelabuhan Dwikora Pontianak.

‎Terkait perkembangan penanganan Perkara ‎tersebut kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Nanang Purnomo menuturkan saat ini penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar telah menerima Visum Et Repertum.

Kombes Pol Nanang Purnomo menuturkan sebelumnya kemarin status perkara sudah di tingkatkan dari pengaduan jadi laporan polisi, korban telah di lakukan pemeriksaan lanjutan.

"Selain itu sudah beberapa saksi juga di mintai keterangan sebanyak 5 orang yakni diantaranya anggota kepolisian yakni anggota Piket Jaga rumah dinas jabatan Kapolresta Pontianak dan kakak kandung pelapor,"ujar Nanang.

Kabid Humas Polda Kalbar juga menuturkan penyidik Ditreskrimum telah melakukan penyitaan terkait perkara tersebut, seperti sejumlah barang bukti juga turut di sita yakni satu helai kerudung beserta bross milik korban yang digunakan saat kejadian, uang tunai Rp 8 juta dan satu cincin berlianberserta sertifikat.

"Dalam proses penyidikan, apabila penyidik Polri telah mendapatkan dua alat bukti yang kuat, maka penetapan status pelaku menjadi tersangka, tidak perlu menunggu yang bersangkutan di periksa,"kata Nanang

Dikatakannya dalam waktu dekat MHN akan di lakukan pemeriksaan oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Kalbar,"katanya

 
Penulis: Heribertus Sulis
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved