Tribun Lampung Selatan

VIDEO - Warga Dusun Umbul Besar Berharap Pengerasan Jalan Alternatif

Harapan warga dusun Umbul Besar, desa Bandar Agung, kecamatan Sragi akan adanya pengeresan (underlach) pada akses jalan alternatif.

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SRAGI – Harapan warga dusun Umbul Besar, desa Bandar Agung, kecamatan Sragi akan adanya pengeresan (underlach) pada akses jalan alternatif diatas tanggul masih belum mendapatakan respon dari pemerintah kabupaten Lampung Selatan.

Padahal akses jalan alternatif diatas tanggul itu menjadi sangat vital kala banjir. Seperti yang terjadi pada awal tahun lalu. Pada bulan awal bulan Maret lalu, luapan banjir dari Way Sekampung merendam pemukiman warga di Umbul besar, termasuk akses jalan utama.

Warga pun kala itu terpaksa melalui akses jalan alternatif diatas tanggul yang kala musim penghujan berubah menjadi kubangan lumpur.

Baca: VIDEO CONTENT – 4.938 Peserta Bertarung di PKOR

Akibatnya warga kian sulit untuk dapat akses keluar kampung untuk membeli barang kebutuhan.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga. Tetapi juga menyulitkan para anak siswa untuk berangkat kesekolah.

Dan dampak dari terendamnya akses jalan utama serta sulitnya jalur alternatif diatas tanggul untuk dilalui, juga tidak hanya dirasakan warga Umbul Besar. Tetapi juga warga dusun Kuala Jaya.

Pasalnya akses jalan yang melintasi dusun Umbul Besar juga menjadi akses bagi warga di dusun Kuala Jaya.

“Akses jalan ini memang menjadi akses jalan utama hingga sampai dusun Kuala Jaya. Kalau terendam banjir, alternatifnya lewan tanggul ini,” ujar Ardi salah seorang warga dusun Umbul Besar, Senin, 12 November 2018.

Saat banjir pada bulan Maret lalu, sempat ada wacana dari pemerintah kabupaten untuk mengeraskan (underlach) akses jalan alternatif diatas tanggul. Sehingga meski musim penghujan tetap bisa dilewati warga dan kendaraan dengan lancar.

Tapi hal itu hingga kini tidak terdengar rencana realisasinya. Sementara memasuki bulan November ini sudah mulai masuk musim penghujan. Dan ancaman banjir dari luapan sungai way Sekampung pun sewaktu-waktu bisa dapat kembali terjadi.

“Kalau nanti banjir seperti awal tahun lalu, aksesnya terpaksa lewat tanggul ini. Kalau kondisi jalannya berubah menjadi lumpur, ya sudah kendaraan tidak bisa lewat. Terpaksa jalan kaki berlumpur ria,” kata Ardi. (*)

Sumber: Facebook Tribun Lampung

Videografer: Okta Kusuma Jatha

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved