Breaking News:

Tribun Bandar Lampug

Warga Kampung Gunung Tapa Ngadu ke Kejati Minta Usut Dugaan Korupsi Dana Desa

Diduga ada kebocoran dana desa, perwakilan masyarakat Kampung Gunung Tapa, Kecamatan Gunung Meneng, Tulang Bawang mendatangi Kejaksaan Tinggi.

Tribunlampung/Hanif
Warga Kampung Gunung Tapa Ngadu ke Kejati 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Diduga ada kebocoran dana desa, perwakilan masyarakat Kampung Gunung Tapa, Kecamatan Gunung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Selasa 13 November 2018.

Kedatangan masyarakat Kampung Gunung Tapa ini untuk meminta bantuan hukum agar bisa melakukan pengungkapan dan pengusutan atas adanya dugaan korupsi dana desa dan juga pungutan liar sertifikat tanah prona.

Baca: 347 Orang Berebut 63 Kursi CPNS di IAIN Metro

Saparudin salah satu perwakilan, mengatakan, kedatangannya atas nama masyarakat memohon bantuan dan melaporkan adanya penyelewengan anggaran dana desa di Kampung Gunung Tapa.

"Kami anggap ada yang menyalahgunakan kewenangan program pemerintah baik pengerjaan infrastruktur," ungkapnya saat melapor di Kejati.

Baca: Akibat Banyak Peserta Seleksi CPNS 2018 Tak Lolos Tes SKB, Kemenpar RB akan Keluarkan Kebijakan Baru

Saparudin pun menuturkan terkait infrastruktur yakni jalan onderlah, tidak sesuai dengan petunjuk teknis, sehingga terkesan anggaran disunat.

"Jadi jalan onderlah sepanjang 4 kilometer di Jalan Dusun Tanjung Sari, Dusun Sinar Tempat dan Dusun Kampung Baru tidak memakai hamparan pasir dan tidak dipadatkan," ungkapnya.

Baca: Dana Desa Tahap ke III Siap Dicairkan

Lanjut Saparudin, selain jalan terkait masalah sertifikat tanah prona seharusnya gtatis namun dalam pelaksanaan tidak.

"Kami oleh tim pelaksanaan ditarik tarif Tp 1,5 juta untuk perumahan dan Rp 2,5 hingga Rp 3 juta untuk ladang," tegasnya.

Saparudin pun mengaku sudah melaporkan hal ini ke Kepolisian dan Kejaksaan Negeri setempat namun tak membuahkan hasil.

"Untuk itu kami kesini," tandasnya.

Sementara itu, staff Seksi Penerangan Umum Kejati Asiah Zakaria mengaku telah menerima laporan yang mengatasnamakan masyarakat dari Tulang Bawang.

"Benar sudah kami terima, terkait dugaan korupsi dana desa untuk alokasi dana jalan," bebernya.

Meski demikian, Asiah tidak bisa banyak berkomentar lantaran surat tersebut akan diserahkan ke pimpinan terlebih dahulu.

"lebih lanjutnya saya sampaikan ke pimpinan, nanti dispoisisnya diserahkan ke siapa apa kata beliau, kami hanya menerima," tandasnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved