Tribun Bandar Lampung

BREAKING NEWS - Hakim Tercengang, Nanang Mengaku Tak Tahu Soal Proyek PUPR Lamsel

"tidak tahu yang mulia, sebagai wakil pernah tahu adanya program (kerja PUPR)," ungkap Nanang.

BREAKING NEWS - Hakim Tercengang, Nanang Mengaku Tak Tahu Soal Proyek PUPR Lamsel
Tribunlampung/Hanif
Nanang Ermanto jadi saksi di sidang Gilang Ramadhan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengaku tidak mengetahui apa-apa soal proyek PUPR Lampung Selatan, lantaran selama menjabat sebagai wakil Bupati ia hanya mengurus surat cerai.

Hal ini diungkapkan langsung Nanang Ermanto saat Majelis Hakim Ketua Mien Trisnawaty dalam persidangan lanjutan Gilang Ramadhan Direktur PT Prabu Sungai Andalas di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu 14 November 2018.

"Apakah anda tahu pengerjaan proyek di dinas PUPR 2017?," tanya Ketua Majelis Hakim.

Baca: BERITA FOTO - Ketua MPR dan Plt Bupati Lamsel Hadir di Sidang Gilang Ramadhan

"tidak tahu yang mulia, sebagai wakil pernah tahu adanya program (kerja PUPR)," ungkap Nanang.

Majelis hakim pun tercengang dan menanyakan tugas Nanang saat menjabat menjadi wakil bupati.

Baca: BREAKING NEWS - Selain Zulkifli Hasan, Nanang Ermanto Ikut Hadir Jadi Saksi

"tugas anda sebagai apa?," tanya ulang Mien.

"tugas sebagai wakil hanya menandatangani pengajuan PNS yang cerai dan mewakili tugas daerah maupun keluar daerah bupati," jawab Nanang.

Sebelumnya beritakan, Gilang Ramadhan bos dari CV 9 Naga yang terciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI hari ini, Kamis 11 Oktober 2018, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang.

Persidangan tindak pidana korupsi, yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Mien Trisnawaty diagendakan dengan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Subari Kurniawan.

Dalam persidangan ini, Gilang Ramadhan yang didampingi oleh Penasehat Hukum (PH) Luhut Simanjutak didakwa telah melakukan gratifakasi untuk mendapatkan 15 paket proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan dengan total Rp 1,4 miliar.

Adapun pasal yang disangkakan kepada terdakwa Gilang, yakni pasal 5 ayat (1) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved