Didenda 500 Juta, Nuril Korban Pelecehan Seksual Banjir Dukungan dari Netizen

Didenda 500 Juta, Nuril Korban Pelecehan Seksual Banjir Dukungan dari Netizen

Didenda 500 Juta, Nuril Korban Pelecehan Seksual Banjir Dukungan dari Netizen
tribun jateng
Nuril 

Didenda 500 Juta, Nuril Korban Pelecehan Seksual Banjir Dukungan dari Netizen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Putusan kasasi MA nomor 574K/PID.SUS/2018, tanggal 26 September 2018 menyatakan, mengabulkan permohonan kasasi dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Mataram dan membatalkan putusan Pengadilan Negeri Mataram sebelumnya yang memvonis bebas Nuril.

Baiq Nuril divonis enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Baca: Daftar Libur dan Cuti Bersama 2019, Mau Long Weekend 4 Hari Ambil Cuti Lagi di Tanggal Ini

Nuril sendiri bekerja sebagai Honorer TU di sekolah bersangkutan.

Nuril mengaku sering diajak biacara hal-hal yang kurang penting dan ia mengaku mendapatkan pelecehan verbal.

Nuril yang memutuskan untuk merekam percakapan tersebut akhirnya harus berhadapan dengan hukum lantaran jejak digital percakapan tersebut menyebar. Ia dilaporkan atas tuduhan pelanggaran UU ITE.

Sejumlah aktivis menilai, putusan Kasasi tersebut janggal.

Pasalnya, pada tahun 2017 Nuril telah divonis bebas oleh hakim saat sidang di Pengadilan Negeri Mataram dalam kasus dugaan penyebaran rekaman telepon asusila Mataram'>kepala sekolah SMU 7 Mataram.

Baca: Anak Ahok Tanggapi Unggahan Tantenya tentang Film A Man Called Ahok

“Nuril diputuskan oleh PN Mataram tidak bersalah, tidak menyebarkan rekaman percakapan asusila sang kepala sekolah, Nuril adalah korban,” ujar Joko Jumadi, kuasa hukum Nuril, Senin (12/11/2018).

Namun, saat itu jaksa mengajukan banding ke MA. Nuril didakwa melakukan pelanggaran Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Halaman
123
Editor: taryono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved