Impor Lampung Naik 8 Persen, BPS Ungkap Alasannya

Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung kembali surplus sebesar 61,68 juta dolar AS pada Oktober 2018.

Tribun Lampung/Ana Puspita Sari
Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung menggelar konferensi pers menjelaskan mengenai nilai ekspor impor Lampung pada Oktober. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung kembali surplus sebesar 61,68 juta dolar AS pada Oktober 2018.

Ini berdasarkan capaian ekspor sebesar USD 319,53 juta dan impor sebesar 19,3 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum mengatakan, nilai ekspor Lampung yang mencapai 319,53 juta dolar AS mengalami penurunan sebesar 9,92 juta dolar AS (3,01 persen) dibandingkan ekspor September 2018 yang tercatat 329,45 juta dolar AS.

Sementara nilai impor sebesar 19,3 juta dolar AS naik 8,09 persen dibanding September 2018 yang tercatat 238,55 juta dolar AS.

"Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, berbagai produk kimia menjadi salah satu dari lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada bulan Oktober 2018 dengan peningkatan sebesar 73,68 persen," paparnya saat rilis di kantor BPS Lampung, Kamis (15/11).

Baca: BPS Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Lampung Tertinggi se-Sumatera

Baca: BPS: Inflasi Bandar Lampung Tertinggi di Indonesia

Berbagai produk kimia berupa minyak asam dari pemurnian sebagai salah satu produk olahan dari minyak jarak.

Lebih lanjut, tujuan negara ekspor Lampung Oktober 2018 antara lain Belanda yang mencapai 43,72 juta dolar AS, Amerika Serikat 43,38 juta dolar AS, India 42,74 dolar AS, Italia 29,75 juta dolar AS, dan China 29,01 juta dolar AS.

Sementara itu, untuk impor, dari lima golongan barang impor utama pada Oktober 2018, tiga di antaranya mengalami peningkatan, yaitu binatang hidup naik 51,63 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik naik hingga mencapai 235,46 persen; dan gandum-ganduman naik 80,95 persen.

Golongan barang impor utama yang mengalami penurunan adalah gula dan kembang gula yang turun sebesar 8,65 persen dan ampas/sisa industri makanan yang turun sebesar 6,57 persen. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved