Breaking News:

KPK Lucuti Harta Zainudin Hasan Selama Jabat Bupati Lampung Selatan, Ini Daftarnya

KPK Lucuti Harta Zainudin Hasan Selama Jabat Bupati Lampung Selatan, Ini Daftarnya

Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Lahan seluas 3 hektare di di Desa Munjuk Sempurna, Kalianda milik Bupati nonaktif Lampung Selatan, Zainudin Hasan terpampang plang disita oleh KPK, Kamis (18/10/2018). Inset: Zainudin Hasan. 

KPK Lucuti Harta Zainudin Hasan Selama Jabat Bupati Lampung Selatan, Ini Daftarnya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menemukan harta Bupati nonaktif Lampung Selatan, Zainudin Hasan, yang diduga terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Temuan terbaru aset Zainudin berupa tiga bidang tanah dan bangunan di Lamsel tersebut, kini telah diberi plang pengumuman penyitaan.

Lokasi tanah pertama terdapat di Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, berupa lahan dan bangunan bekas pabrik penggilingan padi. 

Baca: Sjachroedin dan 15 Nama Misterius di Sidang Kesaksian Nanang Ermanto: Dibawain Uang Satu Koper

Namun, kondisi bangunan sudah rusak parah dan tidak dipakai.

Sedangkan harta lainnya yang disita berupa lahan beserta bangunan pabrik penggilingan padi dan gudang di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro.

Lokasi terakhir yakni lahan di Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, dekat rumah pribadi Zainudin.

Penyitaan ini menambah panjang daftar harta Zainudin yang disita KPK. Sebelumnya KPK menyita sejumlah lahan, ruko, dan kendaraan milik Zainudin.

Jeratan hukum terhadap Zainudin berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Kamis (26/7).

Zainudin bersama anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho, Kadis PUPR Lamsel Anjar Asmara, dan pengusaha pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan diduga berkongkalikong dalam suap proyek infrastruktur di Dinas PUPR Lamsel. Belakangan Zainudin juga dijerat TPPU senilai Rp 57 miliar.

Warga Desa Sidodadi, Ari, mengatakan, plang sitaan itu dipasang langsung oleh tim KPK beberapa hari lalu.

"Sekitar tiga hari lalu dipasang (plang penyitaan KPK). Siang hari pemasangannya," terang Ari ditemui Tribun di lokasi lahan yang disita, Kamis (15/11).

Sepengetahuan Ari, aset tersebut sebelumnya dimiliki oleh orangtua dari Antoni Iman, anggota DPRD Provinsi Lampung.

Ari mengaku tidak tahu bila aset tersebut telah dibeli oleh Zainudin Hasan.

Di lokasi lainnya, tepatnya di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, terdapat dua plang penyitaan KPK.

Satu plang penyitaan bertuliskan aset tanah, dan plang lainnya bertuliskan penyitaan aset tanah beserta bangunan.

Pantauan Tribun, di lokasi itu terdapat pabrik penggilingan padi dan gudang.

Namun, pabrik penggilingan padi ini terlihat tidak beroperasi.

Tidak ada aktivitas pekerja atau proses penggilingan padi.

Menurut warga sekitar, plang penyitaan tersebut dipasang sekitar dua hari lalu.

"Ada tim dari KPK yang menggunakan mobil minibus datang, lalu memasang plang tersebut," kata warga yang enggan namanya dituliskan di koran.

Ia mengaku tidak tahu banyak tentang aset tanah dan pabrik tersebut. Ia cuma tahu aset tersebut milik keluarga Antoni Iman.

Kepala Desa Bumi Jaya, Salimin, mengatakan tidak tahu pasti pemasangan plang tanda sitaan oleh KPK tersebut.

Menurut dia, petugas KPK tidak memberitahukan pada pihak desa.

Ia pun mengaku tidak tahu aset itu adalah milik Zainudin Hasan.

Sepengetahuan Salimin, tanah dan bangunan tersebut milik keluarga Antoni Iman.

"Setahu saya bangunan itu gudang dan pabrik penggilingan padi. Sebelumnya kondisi bangunan tidak sebagus saat ini. Bangunannya direhab belum lama ini," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya terdapat plang di lahan tersebut.

Namun, setelah heboh peristiwa OTT terhadap Zainudin Hasan beberapa waktu lalu, beberapa plang yang ada di pabrik tersebut langsung dilepas.

Namun, Salimin mengaku tidak tahu aslaan pelepasan plang tersebut.

Terpisah, Antoni Iman membenarkan aset Zainudin yang disita KPK di Desa Sidodadi dan Di Bumi Jaya sebelumnya milik ayahnya.

Antoni menuturkan, aset tersebut sempat diagunkan ke bank.

Namun, orangtua Antoni mengalami kendala pembayaran sehingga disita oleh pihak bank.

Aset itu akhirnya dilelang secara terbuka oleh pihak bank, dan akhirnya jatuh ke tangan Zainudin.

"Transaksi jual-belinya tidak dengan keluarga kami. Tetapi dengan pihak bank. Karena memang tanah itu diagunkan," beber Antoni.

Selain aset di Sidodadi dan Bumi Jaya, tanah milik Zainudin di Desa Kedaton, Kalianda, juga disita oleh KPK beberapa hari lalu.

Aset ini berupa lahan kebun yang letaknya tidak jauh dari rumah pribadi Zainudin di Kalianda. Menurut warga sekitar, plang penyitaan KPK baru dipasang sekitar dua hari lalu.

Uang Pengganti

Terpisah, Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto, mengaku tidak tahu ihwal perkembangan aset Zainudin yang disita. Termasuk nominal aset yang telah disita saat ini.

"Nanti di sidangnya Pak Zainudin segera kami sampaikan yang disita itu. Informasi kami terkahir 16 itu (bidang tanah), kami belum up date lagi perkembangannya," ucapnya, Kamis.

Kendati demikian, Wawan menyebutkan para penyidik masih bekerja menelusuri aset yang diperoleh Zainudin selama duduk di kursi Bupati Lampung Selatan.

"Ini gambaran saja, bahwa perolehan dari 2016 sampai 2018 itu yang menjadi fokus dari penyidikan Pak Zainudin. Jadi, selama dia menjabat, apa pun yang diperoleh entah aset berupa tanah, mobil, ataupun modal, di mana pun itu menjadi fokusnya," kata Wawan.

daftar harta zainudin disita

- 1 unit ruko di perempatan Jalan Urip Sumohardjo, Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung

- 2 bidang tanah di Desa Campang Tiga, Lamsel

- 5 bidang tanah di Desa Munjuk Sampurna, Lamsel

- 1 bidang tanah di Desa Ketapang, Lamsel

Kendaraan

- Motor Harley Davidson

- Mobil Toyota Velfire

- Speedboat

* Total nilai aset Rp 7,1 miliar

- 16 bidang tanah seluas 1-2 hektare di wilayah Lamsel

- Di antaranya, lahan yang di atasnya berdiri pabrik aspal PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) di 
Desa Marga Catuh, Kecamatan Kalianda, Lamsel, senilai Rp 6 miliar rupiah

- Lahan bekas pabrik penggilingan padi di Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel

- Lahan beserta pabrik penggilingan padi dan gudang di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, Lamsel

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved