Kejagung Tunda Eksekusi, Baiq Nuril Ingin Teriak di Pantai

Baiq Nuril Maknun girang bukan kepalang setelah tahu Kejaksaan Agung RI menunda eksekusi terhadap dirinya.

Kejagung Tunda Eksekusi, Baiq Nuril Ingin Teriak di Pantai
Kompas.com/Fitri
Baiq Nuril Maknun (kanan) bersama anggota DPR RI yang juga aktivis perempuan Rieke Diah Pitaloka. Selama ini Rieke selalu memberikan semangat kepada Nuril, termasuk pernah menjadi penjamin Nuril agar tidak ditahan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MATARAM - Baiq Nuril Maknun girang bukan kepalang setelah tahu Kejaksaan Agung RI menunda eksekusi terhadap dirinya.

Sebagai bentuk ekspresi bahagianya, Baiq ingin berteriak di pantai sekeras-kerasnya.

Kejaksaan Agung memutuskan untuk menunda eksekusi terdakwa mantan pegawai honorer SMAN 7 Mataram itu terkait kasus UU ITE. 

Hal ini membuat Nuril merasa lega. 

"Saya lega setelah mendengar kabar dari Kejaksaan Agung, saya langsung teriak, dua kali malah. Tetapi, saya maunya teriak yang lebih keras di pantai, biar lega, biar tumpah semua," kata Nuril saat jumpa pers di Fakultas Hukum Universitas Mataram, Selasa (20/11/2018).

Nuril menyatakan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya, termasuk Presiden Joko Widodo. 

Baca: Divonis 6 Bulan Penjara, Baiq Nuril Ganti Kejar Kepala Sekolah yang Melecehkannya

"Saya sangat bahagia beliau merespon surat yang saya dan putra saya buat, rupanya beliau mendengar apa yang kami harapkan. Saya bangga beliau mendukung saya mencari keadilan," ujarnya. 

Kuasa hukum Nuril, Joko Jumadi, mengatakan, pihaknya tetap menunggu salinan putusan Mahkamah Agung atas kasus UU ITE yang menjerat kliennya. 

Hal ini dilakukan agar kliennya segera mengajukan peninjauan kembali (PK). 

Pihaknya juga mengapresiasi Kejagung yang menunda pelaksanaan eksekusi hingga adanya putusan PK. 

Halaman
12
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved