Tribun Tanggamus

Khawatir Kembali Diterjang Banjir, Warga Kejadian Minta Sungai Dikeruk  

Warga Pekon Kejadian, Kecamatan Cukuh Balak mengharapkan normalisasi sungai Way Kejadian pasca banjir pada Sabtu (24/11) lalu.

Khawatir Kembali Diterjang Banjir, Warga Kejadian Minta Sungai Dikeruk  
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Banjir di Pekon Kejadian Tanggamus 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG  - Warga Pekon Kejadian, Kecamatan Cukuh Balak mengharapkan normalisasi sungai Way Kejadian pasca banjir pada Sabtu (24/11) lalu.

Menurut Hasan Roni, warga setempat, selama memasuki musim hujan dua bulan ini, pekonnya sudah dilanda banjir tiga kali. Banjir besar sebelumnya menghanyutkan gorong-gorong di jalur lintas kecamatan pada 30 Oktober 2018 lalu.

Kemudian Sabtu lalu, banjir besar datang lagi dan sekitar 10 rumah di warga setempat tergenang. Berdasarkan kejadian banjir besar dua kali kini ancaman menjadi kekhawatiran warga khususnya yang ada disekitar sungai Way Kejadian.

Kunjungi Korban Banjir, Wabup Tanggamus Minta Warga Bermuhasabah

"Sekarang kalau malam dan hujan tidak bisa tidur, jaga-jaga. Sebab tidak ada satu meter warung saya dengan pinggir sungainya. Tanah di pinggir sungai makin lama habis, sekarang warung saya tinggal nunggu nasib saja," ujar Hasan Roni, Minggu (25/11).

Ia mengaku, tepian sungai Way Kejadian makin lama makin habis terkikis air. Minimal ada lima rumah terancam dan jalan ruas kecamatan. Sebab antara badan jalan dan sungai hanya berjarak dua meter lagi, dan masa penghujan masih lama.

"Kalau bisa sungainya dikeruk lagi biar dalam, terus tepinya diberonjong, sebab sekarang ini airnya besar terus, lama-lama tanahnya habis terbawa sungai, dan akhirnya bisa banjir," terang Hasan.

Ia mengaku, dengan perbaikan pada aliran-aluran sungai maka mencegah banjir. Sebab dengan kondisi sungai yang dangkal dan aliran yang makin mengikis bantaran maka timbulkan banjir.

Teriakan Memilukan Sang Ibu Ketika Anaknya yang Bermain Banjir Diseret Buaya

"Dulu aliran sungai Way Kejadian kecil karena salah satu cabangnya tertutup akhirnya semua ke aliran belakang warungnya dan jadi besar sungainya," terang Hasan.

Ia juga mengaku, salah satu aliran sungai yang harus dinormalisasi adalah anak sungai cabang dari Way Gedung yang tembus Way Kejadian. Gorong-gorong di aliran ini juga yang hanyut dan kini dibuat jembatan sementara.

Aliran yang sekarang menyempit dan tidak dalam, akhirnya air mudah meluap memasuki pemukiman serta sawah. Jika sudah meluap airnya pun berarus kuat hingga bisa menghanyutkan apa saja.

"Kemarin gabah punya Tarmizi 10 karung sekitar satu ton habis dipanen hanyut terbawa banjir. Terus ada sekitar 10 rumah di daerah Rawa Gigi tergenang," terang Hasan. (tri)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved