Rocky Gerung Tanggapi Kolase Foto Jokowi-Prabowo di ILC TV One, Boni Hargens Bantah dan Sebut Rusak

Pengamat Politik, Rocky Gerung, dan Pengamat Komunikasi Politik, Effendi Gazali mengomentari foto kolase di Indonesia Lawyers Club atau ILC TV One.

Rocky Gerung Tanggapi Kolase Foto Jokowi-Prabowo di ILC TV One, Boni Hargens Bantah dan Sebut Rusak
tangkapan layar YouTube Indonesia Lawyer Club
Kolase foto Prabowo Subianto dan Joko Widodo dengan latar belakang reuni akbar 212 di Monas dalam acara ILC, Selasa (4/12/2018). Rocky Gerung Tanggapi Kolase Foto Jokowi-Prabowo di ILC TV One, Boni Hargens Bantah dan Sebut Rusak 

"Persis sama itu fotonya itu, Martin Luther King di sebelah kanan dalam posisi Jokowi, dan itu jadi foto yang ada di mana-mana di semua galeri, di toko, di kafe," jelasnya.

"Jadi kita diingatkan jika 212 itu memang sesuatu yang sebut saja momen itu memang di 2016 gitu, tapi kemudian dia menjadi sebuah monumen dipindah dia dari momen menjadi monumen."

"Itu soalnya, saya sebut 212 lepas dari segala interpretasi, itu adalah suatu reuni akal sehat, kalau bukan karena akal sehat, ada itu orang iseng buat ngasih komando itu, selesai itu istana di depan itu berantakan itu Jakarta," lanjut Rocky.

Namun, pendapat Rocky yang menyamakan aksi 212 dengan Martin Luther King dibantah oleh pengamat politik, yang sekaligus mantan relawan Joko Widodo, Boni Hargens.

Menurutnya, gerakan 212 tidak bisa disamakan dengan langkah yang dilakukan oleh Martin Luther King.

"Pertama, menganalogikan ini dengan gerakan Martin Luther King ini ada sebuah ketersesatan yang sungguh fatal, yang dilakukan oleh Luther King sebuah protes terhadap penindasan sebuah etnik, sebuah ras."

"Di sini pertanyaannya adalah 212 siapa yang ditindas di sana? Siapa yang menindas umat Islam di republik ini, 32 tahun orde baru itu adalah sejarah penghancuran terhadap hak-hak sipil dan hak politik masyarakat."

Prediksi Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung mengaku telah memprediksi bahwa dirinya akan banyak diinterupsi, saat menyampaikan pendapat.

Hal tersebut disampaikan Rocky Gerung saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club atau ILC TV One pada Selasa (4/12/2018) malam.

ILC TV One pada Selasa malam mengangkat tema "Pascareuni 212: Menakar Elektabilitas Capres 2019".

Awalnya, Rocky Gerung bertanya kepada pembawa acara ILC, Karni Ilyas, terkait durasi yang diberikan kepadanya untuk menyampaikan pendapat.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved