BI Beri Batas Waktu Penukaran 4 Pecahan Uang Kertas yang Dicabut

BI Beri Batas Waktu Menukar 4 Pecahan Uang yang Akan Dicabut dan Ditarik

BI Beri Batas Waktu Penukaran 4 Pecahan Uang Kertas yang Dicabut
Tribun Lampung/Okta Kusuma Jatha
BI Cabut Peredaran 4 Uang Kertas 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008 telah melakukan pencabutan dan penarikan empat pecahan uang kertas rupiah.

Keempat pecahan tersebut antara lain Rp 10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Tjut Njak Dhien), Rp 20.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional Ki Hadjar Dewantara), Rp 50.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Nasional WR. Soepratman), dan pecahan Rp 100.000 Tahun Emisi (TE) 1999 (Gambar Muka: Pahlawan Proklamator Dr. Ir. Soekarno dan Dr. H. Mohammad Hatta).

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi Lampung Budiharto Setyawan menjelaskan, masyarakat yang masih memiliki uang pecahan emisi tersebut, dapat melakukan penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia, termasuk Bank Indonesia KPw Lampung hingga 30 Desember 2018.

Khusus pada tanggal 29 - 30 Desember 2018 (Sabtu - Minggu) juga ada layanan khusus penukaran uang tersebut di semua Kantor Perwakilan Bank Indonesia termasuk KPw BI Provinsi Lampung.

"Penukaran bisa dilakukan setiap hari di Bank Indonesia pukul 08.00 - 12.00. Masyarakat juga bisa menukarkan di layanan kas keliling yang dilakukan rutin oleh Bank Indonesia. Kami juga sedang berkoordinasi dengan Kas Titipan Bank Indonesia di BRI Liwa dan BRI Kotabumi untuk dapat menerima penukaran uang yang akan dicabut dan ditarik tersebut," jelasnya saat press conference di Kantor Bank Indonesia KPw Provinsi Lampung, Kamis (6/12).

Budiharto menambahkan, masyarakat akan mendapatkan penggantian sesuai nominal yang ditukarkan (tanpa ada potongan) selama uang itu memenuhi kriteria.

Yakni, uang yang ditukat adalah Uang Rupiah Asli.

Apabila kondisi uang rusak, maka fisik uang harus lebih dari 2/3 bagian atau 67 persen dan bukan uang mutilasi (nomor seri kanan dan kiri berbeda).

"Sebelumnya juga sudah buka penukaran melalui perbankan namun sudah berakhir tahun 2014. Sehingga, saat ini penukaran hanya bisa dilakukan di Bank Indonesia, masyarakat masih ada kesempatan untuk menukar hingga 30 Desember 2018. Lewat dari itu sudah tidak bisa dilayani karena per 1 Januari 2019 sudah dicabut," imbuh dia.

Halaman
12
Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved