Ayah Kandung Tega Mencabuli Berkali-kali Putrinya yang Masih Siswi SMP sampai Hamil 4 Bulan

Seorang ayah kandung tega mencabuli putrinya hingga hamil empat bulan. Pelaku berinisial MS berusia 35 tahun.

Ayah Kandung Tega Mencabuli Berkali-kali Putrinya yang Masih Siswi SMP sampai Hamil 4 Bulan
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan. 

Menurut Budiman, Sunarto yang merupakan paman Wagiran, ternyata ikut memerkosa RA sebelum mengembuskan napas terakhir.

"Jadi setelah Wagiran memerkosa korban, pamannya yang melihat melakukan hal serupa," ujar Budiman saat melakukan gelar perkara, Selasa (11/12/2018).

Sugiah, lanjut dia, berperan sebagai pemindah kerangka korban ke tempat lain.

Wagiran yang sebelumnya mengaku seorang diri memerkosa dan membunuh korban, akhirnya berterus terang tentang keterlibatan pamannya.

 

Ia mengatakan, Sunarto turut serta memerkosa korban setelah dirinya.

"Saya tidak tahu, tiba-tiba paman datang dari arah belakang dan minta juga, dan paman saya memerkosa korban," bebernya.

Setelah diketahui korban tewas, Wagiran mengangkat jenazah lalu menguburkan jenazah RA di lebung areal perkebunan tebu, PTPN VII Rayon 1 Apdeling 3 petak 086, Desa Negara Tulang Bawang, Kecamatan Bunga Mayang.

"Saya mau pinjam cangkul ke paman, tapi paman bilang tidak ada. Dia hanya melihat saja saat saya mengubur jenazah korban," terangnya.

Sunarto mengakui turut serta memerkosa korban.

"Saya datang dari arah belakang, lihat Wagiran dan saya juga mau. Dikasih, lalu saya ikut memerkosa," akunya.

Diketahui, Wagiran yang merupakan pria berstatus duda, tega membunuh RA (15) karena cinta ditolak.

Tersangka mengaku sakit hati lantaran diejek fisik.

"Saya nyatakan cinta sama dia tiga kali, tapi ditolak. Alasannya, saya ini jelek dan hitam," ujar Wagiran saat diwawancarai di Polsek Sungkai Selatan.

Sugiah Tak Tahu

Sugiah, bibi Wagiran, juga menjadi tersangka dalam tindak pidana pembunuhan terhadap RA.

Polisi menyebut peran Sugiah sebagai orang yang memindahkan kerangka korban.

Sugiah berkelit.

Ia mengaku tidak tahu menahu mengenai pembunuhan itu.

Menurutnya, saat berkebun di perkebunan miliknya, ia menemukan tengkorak dan mengumpulkannya, lalu menguburnya di tempat lain.

"Saya tidak tahu apa-apa, saya hanya menemukan tengkorak lalu mengumpulkannya dan membungkus dengan kain, selanjutnya kubur kembali tidak jauh dari tempat saya menemukan tengkorak-tengkorak itu," terang Sugiah.

Duda Bunuh Gadis Belia Karena Cinta Ditolak

Cintanya ditolak karena alasan fisik, membuat Wagiran naik pitam.

Pria berstatus duda ini membunuh RA (15), gadis pujaannya.

Parahnya lagi, Wagiran sempat memerkosa korban sebelum mengembuskan napas terakhir akibat cekikan.

"Saya nyatakan cinta sama dia tiga kali tapi ditolak. Alasannya saya ini jelek dan hitam," ujar Wagiran saat diwawancarai di Polsek Sungkai Selatan.

Ucapan itulah yang membuat Wagiran sakit hati hingga tega membunuh RA.

Wagiran mengenal RA lewat jejaring sosial Facebook.

Mereka sering berhubungan lewat media sosial tersebut.

Pada Minggu (30/9/2018), RA pamit ke pamannya hendak pergi ke Kecamatan Bunga Mayang bersama Wagiran.

Wagiran menjanjikan pekerjaan di sebuah butik pakaian ke RA, yang putus sekolah.

Pergilah RA bersama Wagiran mengendarai sepeda motor.

Di tengah perjalanan, Wagiran yang kepalang jatuh cinta terhadap RA, menyatakan cintanya.

RA menolak cinta Wagiran.

Wagiran tak menyerah.

Warga Dusun Purwodadi, Desa Gedung Ketapang, Sungkai Selatan itu kembali mengutarakan perasaannya ke RA dua kali.

Hasilnya tetap sama.

RA tidak bisa menerima cinta Wagiran karena sudah punya pacar ganteng sambil menghina fisiknya jelek dan hitam.

"Saya sakit hati terhadap ucapan korban. Saya banting ia ke tanah lalu saya cekik dan saya setubuhi," kata Wagiran.

RA kehabisan napas dan tewas.

Wagiran lalu menggendong mayat RA membawanya ke Lebung Areal perkebunan tebu, PTPN VII Rayon 1 Apdeling 3 petak 086, Desa Negara Tulang Bawang, Kecamatan Bunga Mayang.

Wagiran menggali tanah menggunakan kayu lalu mengubur jenazah RA di dalamnya.

Kapolsek Sungkai Selatan Ajun Komisaris Yaya Karyadi mengutarakan, seusai membunuh RA, Wagiran melarikan diri Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

 Licinnya Pria Asal Lampung yang Perkosa Bocah SD di Bangka, Polisi Sempat Terkecoh

"Jejaknya kami ketahui berada di Lampung Timur. Tersangka kami tangkap di tempat persembunyiannya di Labuhan Maringgai," ujar Yaya.

Berdasarkan keterangan tersangka, kata Yaya, Wagiran membunuh RA seorang diri.

"Ini masih kami dalami, tersangka telah mengakui perbuatannya dikarenakan sakit hati kepada korban karena cintanya ditolak,"tukasnya. (anung bayuardi)

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved