Diserang Pakai Granat, KKB Egianus Kogoya Sebut Bom Udara dan Merengek Minta Bantuan PBB

Diserang Pakai Granat, KKB Egianus Kogoya Sebut Bom Udara dan Merengek Minta Bantuan PBB

Diserang Pakai Granat, KKB Egianus Kogoya Sebut Bom Udara dan Merengek Minta Bantuan PBB
Gary's Place
Ilustrasi: Pelontar Granat M203. Salah satu jenis senjata yang digunakan TNI memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. KKB menyebutnya bom udara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebuah video propaganda Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua menyebut TNI dan Polri memakai bom udara menyerang mereka.

Namun tim gabungan TNI dan Polri memastikan, selaongsong yang ditemukan KKB merupakan granat 

Diunggah melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), video berdurasi 1.14 menit tersebut terlihat seorang anggota KKB mengenggam selongsong peluru yangdiklaim sebagai bom udara.

Dikutip dari akun facebook TPNPB, Jumat (14/12) dalam keterangan postingan, KKB mengklaim militer Indonesia tak berhenti melakukan serangan bom udara di Kabupaten Nduga.

Dalam postingan tersebut, KKB juga meminta agar dikirim pasukan PBB ke Irian Jaya. 

Postingan klaim TPNPB mengenai bom udara.
Postingan klaim TPNPB mengenai bom udara. (FB TPNPB)

Mengenai selongsong yang diklaim oleh KKB sebagai bom udara itu jelas salah besar.

Seperti dilansir dari Grid.id dalam artikel 'Akun FB TPNPB Asal Klaim Militer Indonesia Gunakan Bom Udara, Merengek Minta Dikirim Pasukan PBB'

Benda yang dipegang itu adalah granat 30mm dan 40 mm, yang biasanya digunakan pada pelontar granat GP30 M203 yang disandang oleh pasukan infantri dalam pertempuran.

Pelontar Granat M203
Pelontar Granat M203 (Gary's Place)

Pelontar granat jenis lain yang digunakan oleh aparat TNI-Polri ialah SAGL kaliber 40x46mm buatan Bulgaria dan masih banyak lagi.

Berikut video yang diunggah oleh akun facebook TPNPB

Halaman
123
Editor: Safruddin
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved