Menikmati Gas Bumi ala Mbah Tumi

Para pelaku UMKM di Bandar Lampung memanfaatkan gas bumi sebagai energi utama. Apa saja keuntungannya?

Menikmati Gas Bumi ala Mbah Tumi
Tribun Lampung
Mba Tumirah saat menggiling bumbu pecel dagangannya 

Sementara kompor membutuhkan bahan bakar energi. Sejak gas bumi masuk ke Bandar Lampung, Mbah Tumi menggunakannya.

“Lebih hemat pakai ini (gas bumi),” kata dia. Mbah Tumi menggunakan gas bumi sejak Mei 2018.

Tagihannya cukup terjangkau, tergantung pemakaian. “Saya bayar paling murah Rp 60 ribu. Paling mahal, Rp 160 ribu,” kata dia.

Dibandingkan sebelumnya ketika memakai gas melon 3 kg, biaya Mbah Tumi cukup tinggi.

Mbah Tumirah saat memasak dagangan di rumahnya di Jalan Ahmad Yani, Gang Pioner, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Mbah Tumirah saat memasak dagangan di rumahnya di Jalan Ahmad Yani, Gang Pioner, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. (Tribun Lampung)

Dalam sebulan Mbah Tumi menghabiskan 9-10 tabung gas melon. Satu gas melon harganya Rp 20 ribu.

Artinya dalam sebulan, Mbah Tumi harus merogoh kocek sebesar Rp 180 ribu hingga Rp 200 ribu.

Hal senada diungkapkan Suwarni, pedagang nasi uduk, lontong sayur dan gorengan.

Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat dari menggunakan gas bumi. Utamanya tentu keuntungan usahanya bertambah karena modal yang ia keluarkan semakin sedikit.

Sama dengan Mbah Tumi, perempuan 52 tahun ini pernah menggunakan gas melon sebagai bahan bakar kompornya.

“Waktu pakai gas 3 kg, habis 10 tabung setiap bulannya. Jadi biaya untuk tabung gas saja sudah Rp 200 ribu,” paparnya.

Halaman
1234
Penulis: wakos reza gautama
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved