Menikmati Gas Bumi ala Mbah Tumi

Para pelaku UMKM di Bandar Lampung memanfaatkan gas bumi sebagai energi utama. Apa saja keuntungannya?

Menikmati Gas Bumi ala Mbah Tumi
Tribun Lampung
Mba Tumirah saat menggiling bumbu pecel dagangannya 

Sejak beralih ke gas bumi, Suwarni mengaku pengeluarannya lebih sedikit.

Tagihan gas bumi ia paling mahal hanya Rp 114 ribu. Ada selisih cukup banyak dibanding ketika ia menggunakan gas 3 kg.  “Pokoknya untung banget lah (pakai gas bumi). ” ujarnya.

Belum lagi soal ketersediaan stok. Saat menggunakan gas melon, masalah ketersediaan stok selalu menjadi persoalan klasik yang dihadapi Suwarni.

Pernah, Suwarni kehabisan gas melon, lalu susah mencarinya. Ini tentu bisa mematikan rezekinya.

“Saya cari sampe ke Kebon Jahe sana. Ga juga dapet. Akhirnya dapat di daerah Palapa. Itu pun harganya Rp 30 ribu. Padahal harga normalnya ketika itu masih Rp 18 ribu. Mau ga mau saya beli karena butuh untuk usaha. Ini kan berarti saya keluar uang lebih lagi” jelas dia.

Permasalahan ketersediaan stok sudah menjadi cerita usang di dalam hidup Suwarni sejak ia memakai gas bumi.

Ibu empat anak ini tak lagi risau soal kehabisan gas. “Pokoknya  ringan (biaya) dan ga pernah habis,” ucapnya.

Hanya satu kendala yang dialami Suwarni menggunakan gas bumi, yaitu lambat panas.

Hanya Modal Rp 12 Ribu, Dedi Pengemudi Ojek Online Dapat Mobil Mini Cooper Ratusan Juta

Menurut dia, perlu waktu agak lama untuk memanaskan masakan. Ini dipengaruhi faktor tekanan pada gas bumi yang memang lebih rendah dibanding gas melon.

Serupa yang terjadi pada Sumiyati. Pedagang nasi uduk, lontong, dan gorengan ini juga mengakui keunggulan gas bumi dibanding gas melon.

Halaman
1234
Penulis: wakos reza gautama
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved