Menikmati Gas Bumi ala Mbah Tumi

Para pelaku UMKM di Bandar Lampung memanfaatkan gas bumi sebagai energi utama. Apa saja keuntungannya?

Menikmati Gas Bumi ala Mbah Tumi
Tribun Lampung
Mba Tumirah saat menggiling bumbu pecel dagangannya 

Menurut nenek 62 tahun ini, dirinya tak lagi khawatir kehabisan gas saat memproduksi dagangannya.

“Ya itu enaknya ga pernah habis. Jadi ada terus,” kata warga Jalan Amir Hamzah, Gang Sekawan, Kelurahan Gotong Royong, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung ini. 

Sudah 10.321 Sambungan

Kepala Perusahaan Gas Negara (PGN) Sales Area Lampung, Wendi Purwanto, mengatakan, keberadaan gas bumi ini memang satu di antara tujuannya adalah untuk membantu masyarakat lebih efisien dalam pengeluaran.

“Pengeluaran masyarakat jadi lebih efisien karena harga gas bumi ini lebih murah dan terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” tuturnya.

Terkait harga, pemerintah melalui BPH Migas telah menetapkan harga jual gas bumi untuk wilayah Kota Bandar Lampung yaitu Rp 4.750/M3 untuk golongan tarif RT 1 dan Rp 6.200/M3 untuk golongan tarif RT 2.

Adapun mayoritas jargas yang terpasang di Kota Bandar Lampung termasuk dalam kategori RT 1.

Harga tersebut masih di bawah harga jual elpiji subsidi tabung 3 kg yang saat ini di Bandar Lampung berkisar antara Rp 18.000 - Rp20.000 per tabung.

"Satu meter kubik gas itu hampir setara dengan 1 kg elpiji. Jadi lebih murah kan,” ujar Wendi.

Rencana di 2019, PGN akan menambah 10 ribu sambungan pipa di Bandar Lampung.

Sampai saat ini, PGN sudah mengoperasikan jargas sebanyak 10.321 sambungan rumah di Bandar Lampung.

Ini tersebar di delapan kecamatan yaitu Tanjung Karang Pusat, Tanjung Karang Barat, Sukarame, Way Halim, Teluk Betung Utara, Tanjung Senang, Labuhan Ratu dan Kedaton.

Untuk kabupaten/kota lain, Wendi mengaku tergantung instruksi dari pemerintah pusat.

Namun yang menjadi pertimbangan, kata dia, adalah infrastruktur pendukung di daerah tersebut bisa mendukung pemasangan jaringan gas atau tidak.

Menurutnya, jika tidak ada infrastruktur pendukung maka pembangunan jaringan gas akan menelan biaya yang besar.

Karena itu, kata Wendi, pihaknya fokus memasang ke daerah yang memang ada jaringan pipa gas yaitu Jalan Ir Sutami ke Kota Bandar Lampung.

Perluas Jaringan Gas

Erwin Oktaviano, pengamat ekonomi Universitas Bandar Lampung (UBL), mengatakan, kehadiran fasilitas penggunaan gas bumi yang dikelola PGN tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Hal ini dikarenakan penggunaannya cenderung lebih hemat.

Di Indonesia konversi minyak terhadap gas ini sudah di mulai sejak beberapa tahun yang lalu.

“Artinya arah kita dalam hal meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi sudah tepat,” kata Erwin.

Ia mengatakan, gas bumi cukup hemat dan murah dikarenakan sumber energinya tidak perlu di impor.

Gas langsung diperoleh dari kilang gas dalam negeri lalu didistribusikan melalui jaringan pipa gas ke lokasi rumah warga atau industri yang membutuhkan.

Di Lampung baru sekitar 10 ribuan masyarakat yang terdistribusi gas bumi, dari total sekitar 8,2 juta penduduk Lampung.

Sehingga, menurut Erwin, pengaruhnya terhadap perekonomian Lampung secara umum, masih rendah.

“Jika memang ini menghemat dan meningkatkan efisiensi produksi usaha, sebaiknya ditingkatkan lagi distribusi jaringan gas agar dapat dirasakan masyarakat banyak, dan sektor usaha terkait. Baru bisa berpengaruh signifikan terhadap perekonomian di Lampung,” beber Erwin.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved