Nenek 80 Tahun Jadi Korban Perkosaan di Lampung, Damar Ungkap 40 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Dari faktor usia korban, Direktur Eksekutif LAP Damar, Sely Fitriani mengungkap fakta bahwa korban berusia antara 6 tahun hingga 80 tahun.

Nenek 80 Tahun Jadi Korban Perkosaan di Lampung, Damar Ungkap 40 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Lembaga Advokasi Perempuan (LAP) Damar Lampung mencatat 40 kasus kekerasan terhadap perempuan selama Januari-Oktober 2018 terjadi di Bumi Ruwa Jurai.

Dari faktor usia korban, Direktur Eksekutif LAP Damar, Sely Fitriani mengungkap fakta bahwa korban perkosaan berusia antara 6 tahun hingga 80 tahun.

"Karakteristik tindak perkosaan berdasarkan kategori usia, yakni usia termuda korban 6 tahun dan usia tertua korban 80 tahun," kata Sely dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunlampung.co.id, Selasa (18/12/2018).

Dari data tersebut, Sely mengungkapkan, anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa perkosaan terjadi karena perempuan menggoda dan memancing laki-laki melalui penampilan mereka, sebenarnya telah gugur.

“Bagi anak perempuan yang berusia 6 tahun, tentu sulit dibayangkan keseksian atau menggoda laki-laki," ungkap Sely.

"Angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan, tanpa dibatasi usia, rentan menjadi korban kekerasan, terutama bagi anak perempuan,” ungkap Sely menambahkan.

Sedangkan untuk usia pelaku, Sely mengatakan, hal itu berkisar antara 18 tahun sampai 25 tahun.

Lihat Keponakan Perkosa Gadis 15 Tahun, Paman Ikutan Rudapaksa, Korban Ditemukan Terkubur di Kebun

Sebanyak 6 orang atau 15 persen, imbuh Sely, berbanding terbalik dengan usia korban.

“Hal ini menunjukkan bahwa ada dominasi dan kekuasaan orang dewasa (pelaku) terhadap anak-anak (korban),” tandas Sely.

Sebanyak 40 kasus kekerasan terhadap perempuan, lanjut Sely, diterima Damar melalui pengaduan langsung, sambungan telepon, dan penjangkauan langsung.

Kasus kekerasan berdasarkan wilayah terbesar berada di Kota Bandar Lampung dengan 24 kasus (60 persen).

Kemudian, urutan kedua adalah Kabupaten Lampung Utara sebanyak 7 kasus (17,5 persen).

Dari 40 kasus kekerasan tersebut, sebanyak 14 korban atau 36 persen merupakan usia anak.

"Sebanyak 35 orang atau 87,5 persen korban kenal dengan pelaku,” kata Sely Fitriani.

Jika dirata-ratakan, Sely menerangkan, maka dalam satu bulan, ada empat kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi.

“Data yang ada ini merupakan fenomena puncak gunung es. Artinya, ini data yang tampak dipermukaan saja, dan yang tidak terungkap masih lebih besar lagi," terang Sely.

"Banyak kejadian yang tidak terpantau oleh media massa, atau lembaga-lembaga yang peduli terhadap permasalahan perempuan, atau tidak dilaporkan karena korban atau keluarga korban tidak berani melaporkan kasusnya karena takut dan malu,” ucap Sely.

Siswi SMP Dicabuli Ayah Kandung sampai Hamil 4 Bulan, Terbongkar Lantaran Ibu Tiri Curiga

Kakek Cabuli Cucu

Kasus terakhir kekerasan terhadap perempuan di Lampung terungkap pada pertengahan bulan Desember 2018.

Aparat unit PPA Reskrim Polres Lampung Utara mengamankan Tugiman (75), warga Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara.

Pria tersebut ditangkap karena diduga mencabuli cucunya yang masih berusia 11 tahun, RSP.

Kaur Binops Satreskrim Polres Lampung Utara Ipda Elvin S Akbar mengatakan, peristiwa terjadi pada Minggu, 16 Desember 2018 sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, korban tengah tidur di lantai rumah sang kakek.

Kesempatan itu digunakan Tugiman untuk meraba-raba dan mencabuli korban.

Menurut Elvin, tersangka mengaku telah lama ditinggalkan istrinya.

Ia juga sering mengintip korban saat sedang mandi.

Setelah kejadian, keluarga korban melaporkan Tugiman ke polisi.

Guru Honorer Terdakwa Pencabulan Siswi Divonis 15 Tahun Penjara

Berdasarkan keterangan, korban mengaku sudah berkali-kali dicabuli sang kakek.

Bahkan, ayahnya yang masuk daftar pencarian orang (DPO) juga pernah melakukan hal serupa.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 82 ayat 3 UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (noval andriansyah)

 

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved