Tribun Bandar Lampung
Selamat dalam Kecelakaan Maut di Tol Sumo, Tegar Siswa SMAN 10 Bandar Lampung Izin Naik Pesawat
Tegar Adi Saputra (15) menjadi salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Km 719.400.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Daniel Tri Hardanto
Selamat dalam Kecelakaan Maut di Tol Sumo, Tegar Siswa SMAN 10 Bandar Lampung Izin Naik Pesawat
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tegar Adi Saputra (15) menjadi salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Km 719.400, arah Mojokerto, Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Kamis, 20 Desember 2018 pukul 06.30 WIB.
Tegar dan keempat rekannya mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang dari Bali.
Dalam kecelakaan maut itu, mobil Toyota Avanza BE 2962 TE yang mereka tumpangi menabrak truk tangki E 9238 Yb bermuatan bahan bakar minyak (BBM).
Dalam peristiwa itu, dua korban meninggal dunia.
• Liburan ke Bali, 2 Siswa asal Bandar Lampung Tewas Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto
Mereka adalah Rafli Ade Pratama (15), warga warga Perum Bukit Kencana Blok TH/36, Kelurahan Sukabumi, Bandar Lampung, dan M Fadil Akbar (15), warga Jalan Manggis 6 RT 029 Nomor 94, Way Huwi, Jati Agung, Lampung Selatan.
Sementara tiga penumpang lainnya selamat, meski mengalami luka-luka.
Mereka adalah M Arifansyah (15), warga Jalan Mayjen Sutiyoso No 75 Bandar Lampung; Tegar Adi Saputra (15), warga Jalan Gatot Subroto Gang Masjid, Garutang, Bandar Lampung; dan Faisal Abyan Rahim (15), warga Jalan Nusantara, Bandar Lampung.
Meski selamat, Tegar mengalami luka cukup parah di bagian wajah.
Saat ini, warga Jalan Gatot Subroto, Gang Masjid, Garuntang, Bandar Lampung ini sudah menjalani operasi.
Hal itu dikatakan bibi bocah yang tercatat sebagai siswa SMAN 10 Bandar Lampung ini.
"Tadi pagi sih sudah telepon ke adik saya (ibu Tegar) dan hubungi dokter yang merawat Tegar. Infonya, kondisinya sudah membaik dan belum ada yang mengkhawatirkan," ucap perempuan ini saat dijumpai di kediaman Tegar, Jumat, 21 Desember 2018 sore.
Namun, ia belum bisa memastikan informasi tersebut.
Pasalnya, Agus dan Mafudoh, kedua orangtua Tegar, belum tiba di rumah sakit.
"Soalnya kan mereka belum sampai rumah sakit, karena masih perjalanan ke rumah sakit. Jadi belum tahu pasti keadaan anak seperti apa," paparnya.
Berdasarkan kabar terakhir dari dokter, kata sang bibi, kondisi Tegar sudah membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
• Tewas Kecelakaan di Tol Sumo, Rafli Siswa SMAN 2 Bercita-cita Jadi Polisi
"Infonya memang Tegar operasi di wajah bagian rahang. Sebabnya belum jelas, karena masih simpang siur. Kita belum lihat langsung (penyebabnya) bolong atau kena besi," tuturnya.
Tegar langsung menjalani operasi bagian wajah sebelah kanan, Kamis sekitar pukul 19.00 WIB.
"Sebab, jika telat operasi, bisa menyebabkan kebutaan, berdasarkan keterangan dokter. Makanya harus cepat dioperasi," jelasnya.
Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah biaya operasi dan perawatan di rumah sakit tersebut di-cover oleh JKN (BPJS Kesehatan) atau Jasaraharja.
"Namun, berkas-berkas yang diperlukan sudah dibawa semua. Mudah-mudahan dipermudah dengan layanan BPJS Kesehatan," terang dia lagi.
Menurutnya, orangtua mengetahui kepergian Tegar ke Bali.
Izin Naik Pesawat
Alumni SMPN 1 Bandar Lampung ini minta izin pergi bersama keempat rekannya berlibur ke Bali, Surabaya, dan Yogyakarta.
Namun, terus dia, Tegar mengaku pergi dengan naik pesawat dari Lampung ke Bali.
Orangtua Tegar tidak tahu sang anak dan teman-temannya membawa mobil.
"Memang sempat dilarang keras oleh orangtua waktu mau pergi. Sampai-sampai akan diberi uang buat jajan dan jangan pergi. Tapi namanya anak sudah besar, walaupun masih di bawah umur, sulit melarangnya. Akhirnya berangkatlah dia," imbuhnya.
• Kecelakaan di Tol Sumo - Tangis Orangtua Pecah Saat Lihat Jenazah Rafli Tiba di Rumah Duka
Pihak keluarga mengetahui peristiwa itu dari grup WhatsApp alumni SMPN 1 Bandar Lampung.
"Jadi ibunya telat tahu kejadian itu. Karena mungkin pihak keluarga korban yang lain mau hubungi tidak punya kontaknya. Nah, ada ponakan yang ada grup alumni SMP tersebut dapat info itu. Dari situlah tahunya," papar dia.
Setelah itu, barulah orangtua Tegar mencari informasi dengan mendatangi keluarga korban lainnya yang rupanya sudah tahu terlebih dahulu dan langsung terbang ke Surabaya.
Sementara orangtua Tegar tidak mendapatkan tiket pesawat ke Surabaya.
"Barulah ada tadi pagi. Berangkat jam lima pagi tadi, karena pesawat berangkat jam 06.30, sampai Jakarta jam 07.30. Sempat delay, baru naik pesawat jam 12.00 dan baru turun sekitar jam 14.00," ungkap sang bibi.
Edy, paman Tegar, mengatakan, korban luka lainnya, Faisal Abyan Rahim (15), warga Jalan Nusantara, Bandar Lampung, sudah diizinkan pulang.
"Kabar terbaru, kondisi ketiga korban yang selamat sudah mulai membaik. Untuk Faisal sudah diizinkan pulang. Tapi, pulangnya ke Surabaya tempat saudara," ujarnya.
Liburan ke Bali
Kelima penumpang Toyota Avanza BE 2962 TE adalah teman akrab yang sama-sama berasal dari SD Persit, Bandar Lampung.
Saat ini kelimanya sudah duduk di bangku SMA. Namun, beda sekolah.
Hanya Rafli Ade Pratama, M Arifansyah, dan Tegar Adi Saputra yang satu sekolah, yakni di SMAN 2 Bandar Lampung.
Sedangkan M Fadil Akbar (15) di SMAN 9 Bandar Lampung dan Faisal Abyan Rahim (15) di SMAN 10 Bandar Lampung.
Dari informasi yang diperoleh Tribunlampung.co.id, kelima bocah itu baru pulang dari liburan di Bali dengan mengendarai mobil rental, Kamis, 20 Desember 2018 pukul 06.30 WIB.
Saat itu, Avanza yang dikemudikan Arifansyah itu melaju di Tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) arah Mojokerto, Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Gresik.
Ketika melintas di Km 719.400 Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Gresik, tiba-tiba Avanza warna abu-abu itu menabrak bagian belakang truk tangki di depannya.

Diduga, Arifansyah mengantuk saat mengemudikan mobil, sehingga kurang fokus pada kemudi.
Kanit Laka Polres Gresik Ipda Yossy Eka menyebutkan, kecelakaan itu tersebut terjadi pada Kamis (20/12) pukul 06.30.
Mobil yang dikemudikan Arifansyah berjalan dari arah Surabaya menuju Mojokerto.
Setibanya di Kilometer 719.400, di hadapan Arifansyah melaju truk tangki E 9238 YB yang dikemudikan Bayu Trianto.
Kedua kendaraan itu sama-sama melaju di jalur kiri.
"Pengemudi kurang memperhatikan arah depan dengan jelas dan tidak dapat mengendalikan setir. Sehingga Avanza membentur bodi belakang sebelah kanan kendaraan truk tangki," kata Yossi kepada Surya.co.id.
Akibatnya, Avanza rusak parah karena membentur bodi belakang truk.
Bagian depan dan samping kiri mobil warna abu-abu itu tampak ringsek.

Begitu kerasnya benturan, atap mobil sampai terbuka.
"Pengemudi sempat berusaha melakukan pengereman, namun gagal. Di tempat kejadian perkara, ada bekas pengereman sekira sepanjang 20 meter. Untuk kecepatannya, saya masih belum bisa memastikan. Tunggu penyelidikan," jelasnya.
Dalam kejadian itu, Rafli dan Fadil meninggal dunia di tempat.
Mereka dibawa ke RSUD Mojokerto untuk dilakukan visum.
Sementara Arifansyah, Faisal, dan Tegar mengalami luka dan dilarikan ke RS Citra Medika Balongbendo, Sidoarjo.
Yossy menegaskan, kecelakaan maut tersebut disebabkan pengemudi mobil Avanza kurang memperhatikan kondisi depan dan tidak bisa mengendalikan kemudi.
“Anggota kini masih memperiksa para saksi,” katanya. (*)