Tsunami Pesisir Lampung

Gelar Operasi Pasar, Pertamina Kirim 560 Elpiji 3 Kg ke Pulau Legundi

Pertamina akan mengirim 560 tabung elpiji 3 kg dalam operasi pasar di wilayah terdampak tsunami di Pulau Legundi, Pesawaran.

Penulis: Ana Puspita Sari | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Pertamina gelar operasi pasar elpiji 3 kg di Pulau Legundi, Pesawaran. 

Gelar Operasi Pasar, Pertamina Kirim 560 Elpiji 3 Kg ke Pulau Legundi

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pertamina akan mengirim 560 tabung elpiji 3 kg dalam operasi pasar di wilayah terdampak tsunami di Pulau Legundi, Pesawaran.

Setelah Senin (24/12) disalurkan sebanyak 100 tabung, Pertamina kembali mengirimkan 100 tabung elpiji 3 kg selanjutnya, Selasa (25/12).

"Jumlah tabung yang diperuntukkan OP sudah disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta kapasitas kapal yang digunakan untuk pengiriman," jelas Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel Rifky Rakhman Yusuf dalam rilisnya.

"Kami yakinkan, jika memang nanti ada kekurangan, Pertamina selalu siap mengirimkan kembali elpiji ke daerah terdampak sebagai upaya membantu masyarakat pasca terjadinya tsunami dan gelombang tinggi yang melanda Pulau Legundi," lanjutnya.

3 BUMN Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Tsunami Lampung Selatan

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - PT Waskita Karya Kirim Bantuan ke Lokasi Tsunami Lampung

Untuk di Lampung Selatan, khususnya Kecamatan Rajabasa, dari empat pangkalan terdampak, kini baru satu yang sudah beroperasi sejak Senin.

Yakni pangkalan di Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, yang siap dengan 200 tabung elpiji 3 kg per harinya.

“Operasional memang belum maksimal karena masih ada puing-puing di sekitar pangkalan. Untuk tiga pangkalan lain, pembersihan juga masih terus dilakukan," kata dia.

"Sebagai alternatif, penyaluran dilakukan dari pangkalan terdekat, yakni pangkalan di Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda,” tambahnya.

Alternatif yang disiapkan lainnya adalah OP di pangkalan yang sudah eksis.

Namun, berdasarkan koordinasi yang sudah dilakukan dengan pemerintah daerah setempat, OP masih ditunda dahulu.

“Jadi ditunda dahulu karena akses menuju pangkalan masih terhalang, di pangkalannya juga masih dilakukan pembersihan. Selain itu masyarakat juga masih terfokus di titik pengungsian, jadi sambil menunggu, kita siapkan dulu pangkalannya dan bantuan kita alihkan ke dapur umum di kamp pengungsian,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pertamina juga telah mengirimkan bantuan untuk dapur umum.

Di Pulau Legundi sebanyak 5 tabung Bright Gas 5,5 kg dan 5 tabung 12 kg.

Lalu di Kantor Gubernur Lampung 10 tabung Bright Gas 5,5 kg.

Sementara di Posko BUMN Peduli di Kalianda sebanyak 20 tabung Bright Gas 5,5 kg dan 20 tabung 12 kg. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved