Menkes Jamin Stok Obat-obatan untuk Penanganan Korban Tsunami Aman

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengatakan Kementerian Kesehatan memiliki buffer stok obat-obatan.

Menkes Jamin Stok Obat-obatan untuk Penanganan Korban Tsunami Aman
Tribunlampung/Dedi
Menkes Nila Djuwita F Moeloekmelakukan peninjauan ke posko terpadu di desa Way Muli Timur kecamatan Rajabasa bersama dengan Menteri Sosial, Menteri PUPR dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, selasa (25/12). 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL – Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengatakan Kementerian Kesehatan memiliki buffer stok obat-obatan.

Karenanya tidak perlu khawatir akan stok obat - obatan untuk penanganan kesehatan para korban terjangan gelobang tsunami di kawasan pesisir Lampung Selatan dan Banten pada sabtu (25/12).

Dirinya mengatakan dengan kondisi cuaca saat ini yang masuk musim penghujan. Tinggal di tenda-tenda pengungsian tentu  rawan akan mengalami sakit. Apalagi banyak anak-anak yang ikut orang tuanya mengungsi.

“Keadaan seperti ini, dengan iklim seperti ini tinggal dipengungsian. Banyak yang rentang, terutama anak-anak. Umumnya terkena gelaja batu pilek dan ispa,” kata dia saat melakukan peninjauan ke posko terpadu di desa Way Muli Timur kecamatan Rajabasa bersama dengan Menteri Sosial, Menteri PUPR dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, selasa (25/12).

Nila mengatakan dari laporan yang didapatkannya stok obat-obatan untuk penanganan para korban luka-luka dan warga yang mengalami gangguan kesehatan cukup.

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG BANTEN - 429 Orang Tewas, 1.485 Luka-luka, dan 154 Hilang

“Untuk stok obat-obatan cukup. Jika memang disini kurang, kita punya buffer stok di kementerian. Tidak perlu khawatir tidak perlu khawatir,” terang dirinya.

Ibu dan Bayinya Berusia 1 Bulan Selamat Dihempas Tsunami, 11 Jam Tertimbun Reruntuhan Rumah

Nila juga meminta untuk dinas kesehatan untuk memperhatikan sistem sanitasi bagi para warga yang mengungsi. Karena ini juga dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan.

Ia juga menyarankan untuk warga mulai membuka dapur umum secara bekelompok. Kegiatan seperti ini bisa menjadi ajang hiburan untuk menghilangkan trouma akan perisitwa terjangan gelombang tsunami beberapa waktu lalu.

“Saya sarankan untuk mulai membuka dapur umum secara berkelompok. Ini bisa menjadi kegiatan bersama. Dimana warga bisa saling berbincang-bincang,” ujar Nila Moeloek.(dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved