Breaking News:

Kilatan Menakutkan Muncul di Gunung Anak Krakatau, Warga Pulau Anggap Kejadian Langka

Kilatan Menakutkan Muncul di Gunung Anak Krakatau, Warga Pulau Anggap Kejadian Langka

Dok Polairud Polres Lamsel
Kondisi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang memperlhatkan tanda-tanda peningkatan aktivitas. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dalam sepekan ini terus menunjukkan peningkatan.

Warga yang tinggal di dekat Gunung Anak Krakatau kini semakin sering mendengar suara dentuman keras sepanjang hari.

Tak hanya itu, kilatan menakutkan kini muncul di Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi.

Abdul Rahman warga Pulau Sebesi mengaku setiap kali ada suara letusan selalu diikuti dengan kilatan yang menakutkan.

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG BANTEN - 430 Orang Meninggal Dunia, 1.495 Luka-luka, 159 Hilang

Kejadian seperti itu, kata Abdul Rahman sebelumnya jarang terjadi, meski aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat.

"Kondisinya sangat mencekam. Debu GAK mulai menyelimuti pulau Sebesi. Suara gelegar letusan juga sangat kuat," kata Abdul Rahman.

Warga di pulau itu mengaku, sejak akhir pekan kemarin debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau menyelimuti pulau.

Suara letusan Gunungn Anak Krakatau pun terus menggelegar sepanjang hari.

"Sekarang debu GAK menyelimuti pulau. Suara letusannya semakin kuat. Karenanya kita minta
dievakuasi, khawatir dengan aktivitas GAK," kata Suganda salah seorang warga pulau Sebesi, Rabu (26/12/2018).

Suganda menjadi bagian dari gelombang pengungsi dari Pulau Sebesi dan Sebuku yang dievakuasi.

Menurutnya, aktivitas GAK yang mengkhwatirkan ini membuat warga pulau memintadievakuasi ke darat.

Ribuan Warga Diangkut

Sementara, ribuan warga Pulau Sebesi dan Sebuku sudah diangkut menggunakan KMP Jatra III , KM Trisula dan KM Sabuk Nusantara dan bawa lewat Pelabuhan Bakauheni.

KMP Jatra III yang membawa sekitar 1.000 warga Sebesi dan Sebuku tiba di dermaga 5 pelabuhan Bakauheni pada sekitar pukul 11.45 WIB.

KM Trisula membawa lebih dari 200 warga, sedangkan KM Sabuk Nusantara membawa 80 warga Sebuku.

Dylan Baru Saja Dikubur, Gerindra Sudah Bicara Pendukung, Addie MS Prihatin

Warga disambut langsung oleh Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan Sekretaris Daerah Fredy SM

Beberapa warga yang dievakuasi sakit langsung di bawa ke Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, Lampung Selatan.

Sementara warga lainnya dibawa ke penampungan di lapangan tenis indoor Kalianda.

"Kita sudah menyiapkan dapur umum khusus di lapangan tenis indoor untuk melayani warga dari pulau Sebesi yang kita evakuasi," kataNanang Ermanto.

Pulau Sebesi dan Sebuku hanya berjarak sekitar 10 km dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Sebelumnya sudah ada 116 warga dari Pulau Sebesi dan Sebuku yang dievakuasi daratan Kalianda.

Sebagian warga yang telah dievakuasi kemarin, ditempatkan di lapangan tenis Indoor, Kalianda.

Pasca terjadinya terjangan gelombang tsunami yang melanda kawasan pesisir Lampung Selatan dan
Banten, warga yang tinggal di pulau Sebesi sempat terisolir.

Pulau Sebesi bahkan baru bisa ditembus tim tanggap darurat pada Senin (23/12/2018) lalu.

Selain potensi kembali terjadinya terjangan tsunami, peningkatan aktivitas GAK pada akhir pekan ini turut menjadi alasan warga dievakuasi.

Pulau Sebesi sendiri merupakan pulau terdekat berpenghuni dari kawasan GAK.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda terus menunjukan peningkatan.

Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Selimuti Pulau Sebesi, Dentuman Menggelegar Sepanjang Hari

Lebih dekat dengan Tribunlampung, subscribe channel video YouTube di bawah ini:

Suara letusan GAK masih terdengar jelas dari pulau Sebesi.

"Suara letusannya tidak pernah berhenti. Terdengar jelas kalau dari pulau Sebesi," kata Kasat Polair Polres Lampung Selatan Iptu Yaya Sudrajat, Rabu (26/12/2018).

Yayat berada di Pulau Sebesi untuk melakukan evakuasi warga. Aktivitas GAK terus menunjukan peningkatan.

BMKG bersama dengan Badan Geologi terus memantau aktivitas tremor GAK.

Kondisi cuaca serta gelombang laut di sekitar kawasan gunung api yang berada di selat Sunda juga dipantau.

Melalui siaran pers pada selasa (25/12) malam, BMKG pun telah mengimbau masyarakat untuk waspada.

Dan menghindari/tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter hingga 1 kilometer dari bibrt pantai. (ded)

Mengungsi di Bukit, 600 Warga Masih Bertahan di Pulau Sebesi

27 Desember 2018, Disdukcapil Jemput Bola Rekam e-KTP Serentak

Gagal Dapat Motor, Warga Tuba Tertipu Penjual yang Mengaku Polwan dan Perlihatkan Kartu Anggota

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved