Tsunami Pesisir Lampung

27 BUMN se-Lampung Bantu Korban Tsunami Lamsel Rp 1,277 Miliar

BUMN Hadir untuk Negeri yang merupakan program Kementerian BUMN ini juga mendirikan Posko di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Lamsel.

27 BUMN se-Lampung Bantu Korban Tsunami Lamsel Rp 1,277 Miliar
Istimewa
3 BUMN di Lampung sumbang Rp 300 juta untuk korban tsunami Lampung Selatan. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Hingga Kamis (27/12/2018), PTPN VII dan PT Bukit Asam selaku kordinator tanggap darurat BUMN untuk bencana tsunami Lampung Selatan telah menyalurkan bantuan senilai Rp1,277 miliar.

Bantuan dalam bentuk pangan, perlengkapan mandi-cuci, perlengkapan tidur, obat-obatan darurat, kebutuhan bayi dan ibu, perlengkapan masak, dan lainnya dihimpun dari 27 BUMN yang ada di Lampung.

Selain bentuk barang, bantuan juga berupa pengerahan beberapa alat berat berupa ekskavator untuk evakuasi korban dan reruntuhan akibat bencana pada Sabtu malam lalu itu.

PT Bukit Asam Donasikan Masing-masing Rp 10 Juta ke Delapan Panti Asuhan

BUMN Hadir untuk Negeri yang merupakan program Kementerian BUMN ini juga mendirikan Posko di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

BUMN itu antara lain Bukit Asam, PT PLN, BNI, BRI, Bank Mandiri, PT Telkom, Telkomsel, Jamkrido, PT KAI, Pegadaian, BTN, PGN, Jasa Raharja, PT Semen Baturaja, Hutama Karya, Waskita Karya, Adhi Karya, PT PP, Kimia Farma, Wijaya Karya, Askrindo, Bulog, Pelni, dan Wika Beton.

Posko ini melakukan kordinasi dengan Posko Pusat Layanan Tanggap Darurat yang didirikan Pemkab Lampung Selatan di Halaman Rumah Dinas Bupati dalam menyalurkan bantuan.

PTPN VII Sabet Delapan Penghargaan Industri Hijau dari Kemenperin

"Kami datang dan buka Posko sejak hari pertama tanggap darurat. Yakni, pada Minggu (23/12/18) sore. Tim tanggap darurat kaki dibantu relawan dari Watala. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Kami mendapat tugas dari Kementerian BUMN untuk menjadi kordinator tanggap darurat BUMN untuk bencana di Lampung Selatam ini. Untuk bantuan pengerahan alat berat berasal dari PT Waskita Karya yang kebetulan sedang finishing jalan tol JTTS tak jaih dari lokasi bencana," kata M. Hanugroho, Dirut PTPN VII saat menelepon tim relawan di Posko.

M. Hanugroho, menambahkan pihaknya masih terus menggalang bantuan dari BUMN yang berada di Lampung untuk menyalurkan bantuan. Fungsi Posko, kata dia, selain untuk kordinasi bantuan yang akan disalurkan, juga untuk memantau kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat.

"Tugas tim kami di Posko adalah menjembatani bantuan dari kolega kami sesama BUMN. Selain itu, menidentifikasi apa yang paling mendesak. Misalnya yang paling urgen adalah selimut, maka bantuan seri berikutnya kami minta dikirim selimut," kata dia.

Berdasrkan pantauan tim Watala bersama Vertical Rescue Indonesia, Matalam, Majusi, Ardeswari, Ragapala, Fastabel, Artala, Acak, dan Bepantara Hijau yang dikomandoi Wahyu Yulianto, saat ini situasi di lokasi bencana relatif terkordinasi.

Data di Posko Pemkab Lamsel menyebut korban meninggal dunia akibat tsunami di Lampung Selatan 112 orang, 13 orang hilang, 2.446 orang luka-luka.Kerusakan rumah tercatat 494 rusak berat, rusak sedang 70 rumah, sedangkan rusak ringan 94 unit.

Sementara itu, Dirut PTPN Group (holding) Dolly P. Pulungan saat mengunjungi lokasi Senin lalu berkomitmen membantu para korban hingga pascabencana. "Kami punya tanggung jawab moral dan sosial untuk setiap musibah. Oleh karena itu, bantuan tidak sebatas kondisi tanggap darurat ini, tetapi kita akan andil sampai pascabencana," kata dia.(rls)

Penulis: Romi Rinando
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved