Tsunami Pesisir Lampung

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Duka Pengungsi di Gunung Rajabasa, Kedinginan dan Mulai Terserang Penyakit

Hujan yang mengguyur dalam dua hari terakhir menambah penderitaan para pengungsi di kaki Gunung Rajabasa.

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Duka Pengungsi di Gunung Rajabasa, Kedinginan dan Mulai Terserang Penyakit
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Kondisi pengungsi di kaki Gunung Rajabasa, Kamis, 27 Desember 2018. 

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Duka Pengungsi di Kaki Gunung Rajabasa, Kedinginan dan Mulai Terserang Penyakit

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJABASA - Hujan yang mengguyur dalam dua hari terakhir menambah penderitaan para pengungsi di kaki Gunung Rajabasa, Lampung Selatan.

Dengan hanya beratapkan tenda terpal dan plastik, mereka terpaksa merasakan kedinginan dan juga tetesan air hujan.

Warga tidak memiliki pilihan lain.

Untuk bertahan di rumah, mereka khawatir adanya gelombang tsunami susulan.

Level Siaga, Suara Menggelegar dan Kilatan Gunung Anak Krakatau Terjadi Sepanjang Hari

Apalagi sejak tragedi terjangan tsunami pada Sabtu, 22 Desember 2018, letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) terdengar cukup keras dari kawasan pesisir.

“Kita masih belum berani untuk tinggal di rumah, meski tidak rusak diterjang tsunami. Kita khawatir akan ada tsunami susulan,” kata Desi, ibu rumah tangga yang mengungsi bersama keluarganya di kebun, Kamis, 27 Desember 2018.

Warga berharap bantuan tenda atau terpal untuk membuat tenda yang lebih baik.

Sehingga saat hujan mengguyur, mereka tidak harus berbasah-basahan.

Halaman
123
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved