Tsunami Pesisir Lampung

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG BANTEN - Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi dan Mulai Keluarkan Aroma Belerang

Saat ini Gunung Anak Krakatau mulai mengeluarkan aroma belerang dan terus berdentum.

UPDATE TSUNAMI LAMPUNG BANTEN - Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi dan Mulai Keluarkan Aroma Belerang
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). Kini sudah tercium belerang. 

Hal ini sangat memungkinkan terjadi karena Gunung Anak Krakatau sudah mengalami erupsi sejak Juli 2018.

Aktivitas berupa letusan lontaran lava pijar (strombolian) dan juga aliran lava pijar pun terjadi.

Aliran lava dominan mengarah ke tenggara.

ilustrasi Gunung Anak Krakatau meletus
ilustrasi Gunung Anak Krakatau meletus (net)

Tiap Hari Dengar Dentuman, Warga Satu Pulau Sempat Terkepung Debu Gunung Anak Krakatau

Sejak tanggal 22 Desember teramati adanya letusan tipe surtseyan, yaitu aliran lava atau magma yang keluar kontak dengan air.

"Hal ini berarti bahwa debit volume magma yang dikeluarkan meningkat dan lubang kawah membesar, kemungkinan terdapat lubang kawah baru yang dekat dengan ketinggian air," ujar Sekretaris Badan Geologi A Ratdomopurbo.

Pada pukul 21.03 WIB, alat seismik di Gunung Anak Krakatau mati. Pihaknya menduga matinya alat tersebut karena terkena letusan, sehingga pemantauan selanjutnya menggunakan stasiun Seismik Sertung.

"Dari citra Satelit diketahui bahwa lereng barat daya longsor (flank collapse) dan masuk ke laut. Data seismik tidak menunjukkan adanya gejala kenaikan energi seismik sebelum kejadian longsor," kata Ratdomopurbo.

Penampakan Erupsi Anak Krakatau Berhasil Tertangkap Kamera, Ngeri Banget! (Instagram @natgeoindonesia)
Baca: Material Gunung Anak Krakatau di Perairan Kepulauan Seribu Akan Dimanfaatkan untuk Urukan

Menurutnya, sejak tanggal 22 Desember pagi sampai saat ini, letusan berlangsung tanpa jeda. Gelegar letusan pun terdengar beberapa kali per menit.

Seismograf Rusak, Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Pakai Teropong

Meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau juga dikhawatirkan menimbulkan longsoran bawah laut dan memicu tsunami seperti yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Halaman
123
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved