Tsunami Pesisir Lampung
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - KRI Torani Kirim Logistik untuk 1.600 Warga Pulau Sebesi
KRI Torani akan membawa bantuan logistik bagi warga yang masih bertahan di Pulau Sebesi.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - KRI Torani Kirim Logistik untuk 1.600 Warga Pulau Sebesi
Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI - KRI Torani akan membawa bantuan logistik bagi warga yang masih bertahan di Pulau Sebesi.
Kapal milik TNI AL itu bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Jumat, 28 Desember 2018 sekitar pukul 11.00 WIB.
Plt Kadis Kominfo Lampung Selatan Sefri Masdian mengatakan, KRI Torani membawa bantuan beras, mi instan, biskuit, selimut, minyak goreng, popok bayi, air mineral, pakaian, dan bantuan lainnya.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 116 Korban Tewas Sudah Ditemukan, 11 Masih Hilang
"Ada tiga mobil berisi bantuan untuk warga Pulau Sebesi yang tadi dikirim ke Bakauheni untuk dibawa KRI Torani ke Pulau Sebesi," kata Sefri.
KRI Torani juga membawa obat-obatan dan tim kesehatan.
Diperkirakan, masih ada sekitar 1.600 warga di Pulau Sebesi yang memilih bertahan.
Mereka masih belum mau dievakuasi ke darat.
Sementara itu, lebih dari 2.000 warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku telah dievakuasi.
Mereka ditempatkan di lapangan tenis indoor Kalianda.
Bersedia Dievakuasi
Sebanyak 432 warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, akhirnya bersedia dievakuasi.
Awalnya, mereka sempat menolak dievakuasi dan memilih bertahan di tempat pengungsian di Pulau Sebesi.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan KRI Teluk Cirebon 543, Kamis, 27 Desember 2018 sore.
Selanjutnya, para pengungsi tersebut dibawa menggunakan bus Trans Lampung menuju pengungsian di lapangan tenis indoor kompleks perkantoran Pemkab Lamsel di Kalianda.
Pantauan Tribunlampung.co.id di Pelabuhan Panjang, tempat bersandarnya KRI Teluk Cirebon 543, sejumlah anggota Lanal Lampung dan Pelabuhan Panjang sudah berjaga sejak pukul 17.00 WIB.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Sempat Menolak, 432 Warga Pulau Sebesi Akhirnya Mau Dievakuasi
Kapal tiba di Pelabuhan Panjang sekira pukul 18.30 WIB.
Danlanal Lampung Kolonel Laut (p) A Agung PS mengungkapkan, KRI Teluk Cirebon 543 memutuskan untuk bersandar di Pelabuhan Panjang.
Alasannya, dermaga di Pelabuhan Bakauheni dan Canti, Lampung Selatan, tidak memungkinkan untuk menurunkan penumpang.
“Jumlah warga yang diangkut ini ada 432 orang. Ini penyeberangan terakhir setelah tiga kapal sebelumnya yang mengangkut warga Pulau Sebesi sejumlah 1.500 orang. Diperkirakan masih ada sekitar 400 warga yang bertahan di Pulau Sebesi,” kata Agung kepada awak media di Pelabuhan Panjang.
Erupsi Gunung Anak Krakatau
Ribuan warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku dievakuasi ke Bakauheni menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu, 26 Desember 2018.
Sejak akhir pekan kemarin, debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau menyelimuti pulau.
Suara letusan Gunung Anak Krakatau pun terus terdengar sepanjang hari.
"Sekarang debu Gunung Anak Krakatau menyelimuti pulau, dan suara letusannya semakin kuat. Karenanya, kita minta dievakuasi, khawatir dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Suganda, warga Pulau Sebesi yang dievakuasi.
• Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terbang 15 Km, Rute Penerbangan Lampung-Jakarta Dialihkan
Abdul Raham, warga lainnya, mengaku setiap kali ada suara letusan selalu diikuti dengan kilat yang menakutkan.
Pemandangan seperti itu, imbuhnya, sebelumnya tidak pernah terjadi, meski aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat.
"Kondisinya sangat mencekam. Debu Gunung Anak Krakatau mulai menyelimuti Pulau Sebesi. Suara gelegar letusan juga sangat kuat," kata dia.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau itulah yang membuat warga Pulau Sebesi meminta dievakuasi ke darat.
Ribuan warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku sudah diangkut dengan menggunakan KMP Jatra III, KM Trisula, dan KM Sabuk Nusantara.
KMP Jatra III, yang membawa sekitar 1.000 warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku, tiba di Dermaga 5 Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 11.45 WIB.
Sementara KM Trisula membawa sekitar 200 warga Pulau Sebesi. Sedangkan KM Sabuk Nusantara membawa 80 warga Pulau Sebuku.
Mereka disambut oleh Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dan Sekretaris Kabupaten Fredy SM.
Beberapa warga yang sakit langsung dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Bakauheni, Lampung Selatan.
Sementara warga lainnya dibawa ke tempat penampungan di lapangan tenis indoor Kalianda.
"Kita sudah menyiapkan dapur umum khusus di lapangan tenis indoor untuk melayani warga dari Pulau Sebesi yang kita evakuasi," kata Nanang.
Pulau Sebesi dan Sebuku hanya berjarak sekitar 10 km dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
"Untuk warga yang akan dievakuasi dari Pulau Sebesi ada 947 orang. Dari Pulau Sebuku 50 orang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Selatan Qorinilwan yang saat ini berada di Pulau Sebesi.
Sebelumnya sudah ada 116 warga dari Pulau Sebesi dan Sebuku yang dievakuasi. (*)