Dari 338 Meter, Tinggi Gunung Anak Krakatau Kini Tersisa 110 Meter

Dari 338 Meter, Tinggi Gunung Anak Krakatau Kini Tersisa 110 Meter. Dampak erupsi GAK.

Dari 338 Meter, Tinggi Gunung Anak Krakatau Kini Tersisa 110 Meter
Dok/Tribun Lampung
Puncak Gunung Anak Krakatau kini susut tersisa 110 meter pasca erupsi beberapa waktu lalu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pasca-erupsi, tinggi Gunung Anak Krakatau (GAK) kini menyusut tersisa 110 meter.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( Kementerian ESDM) mengonfirmasi terjadi penyusutan tinggi Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya tinggi Gunung Anak Krakatau 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) kini menjadi hanya 110 mdpl.

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo menjelaskan, susutnya ukuran Gunung Anak Krakatau terkonfirmasi setelah terjadi letusan.

Hilangnya Puncak Gunung Anak Krakatau, Pertama Sejak Induknya Gunung Krakatau Meletus 1883

Letusan pada Jumat (28/12/2018) tengah malam pukul 00.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dengan tinggi asap maksimum 200 meter hingga 3.000 meter.

Selanjutnya, pada pukul 14.18 WIB, asap letusan terlihat tidak berlanjut dan nampak tipe letusan surtseyan yang terjadi lantaran magma yang keluar dari kawah gunung bersentuhan dengan air laut.

"Bahwa pada sekitar 14.18 WIB kemarin sore terlihat, terkonfirmasi, bahwa Gunung Anak Krakatau jauh lebih kecil dari sebelumnya," ujar dia ketika memberikan paparan kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (29/12/2018).

Pria yang akrab disapa Purbo ini menjelaskan, dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran, saat ini puncak Anak Krakatau terpantau lebih rendah dibandingkan dengan Pulau Sertung yang menjadi latar belakangnya.

Sadar Nggak Sih, Kalau Masyarakat Indonesia Ternyata Tinggal Berdekatan dengan 68 Gunung Berapi!

Sebagai catatan, Pulau Sertung memiliki tinggi 182 meter, dan Pulau Panjang memiliki tinggi 132 meter.

Lebih lanjut Purbo menjelaskan, letusan surtseyan yang terjadi di perbatasan antara lereng dan permukaan laut membuat magma menyentuh air laut dan membuat magma kemudian meledak.

Halaman
1234
Editor: Safruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved