Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terus Menurun, Tidak Lagi Terdengar Suara Dentuman

Dari data magma VAR Badan Gelologi, PVMBG Kementerian ESDM sampai dengan pukul 06.00 wib, minggu (30/12) sudah tidak lagi terdengar suara dentuman.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terus Menurun, Tidak Lagi Terdengar Suara Dentuman
Tribunlampung/Dedi
Aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun 

Laporan wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL - Aktivitas Anak Gunung Krakatau (GAK) di selat Sunda terus menunjukan penurunan. Dari data magma VAR Badan Gelologi, PVMBG Kementerian ESDM sampai dengan pukul 06.00 wib, minggu (30/12) sudah tidak lagi terdengar suara dentuman letusan.

Untuk aktivitas kegempaan letusan tercatat 3 kali dengan amplitudo 20-25 mm durasi120 -152 detik. Untuk hembusan tercatat 21 kali dengan amplitudo 6-20 mm, druasi 40-200 detik.

"Untuk status masih pada level III siaga. Dimana pengunjung dan nelayan dilarang mendekat dalam jarak 5 kilometer," terang Suwarno petugas pos pantau GAK di desa Hargopancuran.

Pasca mengalami erupsi pada Sabtu (22/12) yang mengakibatkan terjadinya terjangan gelombang tsunami di pesisir Lampung Selatan dan Banten, GAK mengalami perubahan bentuk fisik.

Bobol Rumah dan Curi Emas Tetangganya, Wahid Tidak Sadar Aksinya Terekam CCTV

Tinggi Gunung Anak Krakatau Tersisa 110 Meter

Pasca-erupsi, tinggi Gunung Anak Krakatau (GAK) kini menyusut tersisa 110 meter.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( Kementerian ESDM) mengonfirmasi terjadi penyusutan tinggi Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya tinggi Gunung Anak Krakatau 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) kini menjadi hanya 110 mdpl.

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo menjelaskan, susutnya ukuran Gunung Anak Krakatau terkonfirmasi setelah terjadi letusan.

Halaman
1234
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved