Pulangkan Pengungsi Pulau Sebesi, Pemkab Tunggu Perkembangan Gunung Anak Krakatau

Korlak Tanggap Darurat Bencana Tsunami Selat Sunda masih akan menunggu perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pulangkan Pengungsi Pulau Sebesi, Pemkab Tunggu Perkembangan Gunung Anak Krakatau
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Pengungsi asal Pulau Sebesi dan Sebuku di lapangan tenis indoor Kalianda, Minggu, 30 Desember 2018. 

Pulangkan Pengungsi Pulau Sebesi, Pemkab Tunggu Perkembangan Gunung Anak Krakatau

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Korlak Tanggap Darurat Bencana Tsunami Selat Sunda masih akan menunggu perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Ini sebagai pertimbangan untuk memulangkan warga asal Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku yang saat ini diungsikan ke lapangan tenis indoor Kalianda.

“Kita tidak bisa mengambil keputusan tergesa-gesa. Bisa saja saat ini kondisi Gunung Anak Krakatau memang mulai turun. Tetapi, ini kan belum stabil. Bisa saja sewaktu-waktu naik kembali,” terang Kepala BPBD Lampung Selatan I Ketut Sukerta sekaligus Korlak Tanggap Darurat Kabupaten Lampung Selatan, Minggu, 30 Desember 2018.

Sekolah Rusak Berat Diterjang Tsunami, Siswa SD Negeri 2 Kunjir Pindah Belajar

Menurut Ketut, pemerintah tidak akan mengambil risiko untuk memulangkan warga tanpa ada jaminan terhadap keselamatan mereka.

Pasalnya, ancaman dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih tinggi.

“Nanti kita pulangkan warga. Tapi (jika) kemudian Gunung Anak Krakatau kembali meningkat aktivitasnya kan percuma. Kita tunggu informasi dari Badan Geologi PVMBG Kementerian ESDM untuk kondisi Gunung Anak Krakatau, apakah sudah aman atau masih belum,” kata Ketut lagi.

Lebih lanjut Ketut menambahkan, pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat bencana tsunami Selat Sunda hingga satu pekan ke depan.

Level Siaga, Suara Menggelegar dan Kilatan Gunung Anak Krakatau Terjadi Sepanjang Hari

Volume dan tinggi puncak Gunung Anak Krakatau (GAK) terus menyusut hingga tersisa 110 mdpl (meter di atas permukaan laut) dari ketinggian semula 338 mdpl.

Halaman
1234
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved